Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan mencatat sekitar 65 persen ruas jalan di wilayahnya kini dalam kondisi baik sebagai hasil pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan capaian tersebut akan terus ditingkatkan melalui program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula Mantap) dengan memprioritaskan pembangunan jalan poros yang menghubungkan antarwilayah guna memperlancar mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Alhamdulillah, saat ini sekitar 65 persen ruas jalan di Kabupaten Lamongan sudah dalam kondisi baik. Ke depan, pembangunan akan terus kami lanjutkan melalui program Jamula Mantap dengan memprioritaskan jalan-jalan poros yang menjadi penghubung antar wilayah, seperti ruas Pucuk-Laren dan Mantup-Sambeng," katanya di Lamongan, Jumat.
Dia menjelaskan, pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena berperan penting dalam memperlancar distribusi barang dan jasa serta meningkatkan akses masyarakat terhadap pusat-pusat kegiatan ekonomi.
Pada 2026, Pemkab Lamongan melanjutkan program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula Mantap) melalui penanganan 56 ruas jalan strategis sepanjang sekitar 40 kilometer.
Program tersebut meliputi rekonstruksi, pelebaran, pengecoran, dan pengaspalan jalan yang diprioritaskan pada ruas penghubung antarkecamatan guna memperkuat konektivitas wilayah dan mendukung aktivitas perekonomian masyarakat.
Selain pembangunan jalan, lanjut dia, Pemkab Lamongan juga menyiapkan program Lamongan Menyala dengan target pemasangan 10.000 titik lampu penerangan jalan umum melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
"Selain jalan yang baik, masyarakat juga membutuhkan penerangan yang memadai. Melalui program Lamongan Menyala, paling cepat akhir tahun ini kami mulai memasang 10 ribu titik lampu penerangan jalan sehingga aktivitas masyarakat pada malam hari menjadi lebih aman dan nyaman," ujarnya.
Sementara itu, perwakilan diaspora Desa Maindu Imam Mawardi mengatakan pembangunan desa merupakan tanggung jawab bersama. Menurut dia, keterlibatan para perantau dalam pembangunan kampung halaman menjadi bentuk kepedulian yang diharapkan mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya, Bupati Yuhronur telah meresmikan ruas jalan poros Maindu-Blawirejo di Kecamatan Kedungpring pada 30 Juni 2026.
Rekonstruksi jalan sepanjang 1,6 kilometer tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Lamongan dan masyarakat, termasuk kontribusi diaspora asal Desa Maindu, sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas antar wilayah.
Pewarta: Alimun KhakimEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.