Lamongan (ANTARA) - Satpolairud Polres Lamongan membentuk posko terpadu untuk memperkuat koordinasi pencarian Kapal Motor Nelayan (KMN) Entok yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Guntur di Lamongan, Jumat, mengatakan posko tersebut didirikan di Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Brondong sebagai pusat koordinasi pencarian sekaligus penyampaian informasi kepada keluarga awak kapal.

"Posko terpadu ini dibentuk agar koordinasi antarinstansi semakin efektif dan keluarga awak kapal memperoleh informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan," katanya saat pertemuan dengan keluarga awak KMN Entok di Kantor Rukun Nelayan Blimbing, Kecamatan Paciran. 

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Basarnas, Satpolairud Polres Sumenep, KSOP Tanjung Pakis, PSDKP Brondong, Syahbandar Perikanan, Dinas Perikanan, serta unsur maritim lainnya untuk mengoptimalkan pencarian.

Menurut dia, informasi mengenai KMN Entok juga telah disebarluaskan kepada kapal-kapal yang beroperasi di sekitar Perairan Kangean, Masalembu, Bawean, dan wilayah sekitarnya agar segera melapor apabila menemukan kapal maupun awaknya.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga awak kapal diminta menyerahkan nomor telepon seluruh anak buah kapal (ABK) sebagai bahan pendukung upaya pelacakan, sekaligus menyampaikan berbagai informasi yang berpotensi membantu pencarian.

Sementara itu, Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid menambahkan pihaknya mengimbau keluarga awak kapal tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Kami terus mengoptimalkan pencarian bersama seluruh instansi terkait. Setiap informasi yang diterima akan segera ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya menemukan KMN Entok beserta seluruh awak kapal," katanya.

Sebelumnya, KMN Entok dilaporkan hilang kontak setelah berangkat melaut dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong menuju Perairan Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep. Kapal yang dinakhodai seorang nakhoda berinisial S itu mengangkut 19 anak buah kapal (ABK). 

Laporan hilang kontak diterima Satpolairud Polres Lamongan pada Rabu (1/7) dari pemilik kapal dan Ketua Rukun Nelayan Desa Blimbing setelah kapal tidak kunjung kembali sesuai perkiraan waktu kepulangan.



Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026