Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) menekankan peningkatan produktivitas kebun merupakan kunci keberhasilan pengembangan hilirisasi komoditas perkebunan strategis.
"Keberhasilan hilirisasi tidak hanya bergantung pada pembangunan industri tetapi juga harus diawali dengan penguatan sektor hulu melalui peningkatan produktivitas kebun," kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Ali Jamil dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Jumat.
Ali mengatakan pemerintah memperkuat langkah menuju swasembada pangan dan energi melalui pengembangan hilirisasi komoditas perkebunan strategis.
Program hilirisasi komoditas perkebunan diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan petani, serta mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Selain itu, program hilirisasi juga diarahkan untuk memperkuat daya saing ekspor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Adapun komoditas yang menjadi fokus pengembangan meliputi tebu, kelapa, kopi, kakao, jambu mete, lada, dan pala.
Ali menyebutkan salah satu upaya hilirisasi komoditas perkebunan didukung melalui kegiatan Tanam Serentak Komoditas Perkebunan yang diselenggarakan di berbagai daerah.
Untuk Jatim, Tanam Serentak Komoditas Perkebunan berlangsung di Pasuruan, Mojokerto, Lumajang, Jombang, Kediri, Tulungagung, dan Jember dengan dipandu oleh Ali yang hadir melalui daring dari Jakarta.
Melalui kegiatan tanam serentak ini, Ali menekankan seluruh perangkat daerah yang membidangi sektor perkebunan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota didorong untuk bersama-sama mempercepat pengembangan komoditas strategis sesuai potensi wilayah masing-masing.
Ali berharap kegiatan Tanam Serentak Komoditas Perkebunan dapat memastikan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan sehingga industri dapat tumbuh, petani memperoleh nilai tambah, dan target swasembada pangan maupun energi dapat tercapai.
"Tanam serentak menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat fondasi hilirisasi perkebunan," ujarnya.
Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi memastikan pihaknya siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem perkebunan terutama sektor pergulaan nasional melalui peningkatan produktivitas tebu dari hulu hingga hilir.
"Tanam serentak ini merupakan momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, dan industri gula," ujar Mahmudi.
Pewarta: Astrid Faidlatul HabibahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.