Sumenep (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur bekerja sama dengan PLN UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan) Madura mempercepat ekosistem kendaraan listrik di wilayah itu.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di Sumenep, Jumat mengatakan, kerja sama dengan PLN itu sebagai bentuk dukungan atas program hemat energi, sekaligus sebagai wadah edukasi bagi masyarakat untuk beralih ke energi bersih yang lebih ramah lingkungan.
"Program hemat energi yang dicanangkan pemerintah saat ini salah satunya berupa kendaraan listrik. Karena itu, sarana untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik melalui penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum harus dipersiapkan," katanya.
Ia menjelaskan, Pemkab Sumenep bersama PLN selama ini telah melakukan kampanye program hemat energi salah satunya melalui penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar minyak ke listrik.
Bahkan sambung bupati, kampanye dilakukan secara berkala dan berkesinambungan di berbagai kesempatan pertemuan yang dilakukan Pemkab Sumenep.
"Kami yakin melalui kerja sama seperti yang telah kami lakukan ini, upaya pemerintah untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik atau menghebat BBM bisa terlaksana dengan cepat," katanya.
Secara terpisah Manajer PLN UP3 Madura Fahmi Fahresi membenarkan adanya kerja sama dengan Pemkab Sumenep tentang percepatan ekosistem kendaraan listrik di Kabupaten Sumenep itu.
Ia menjelaskan, selain bekerja sama dengan Pemkab Sumenep, pihaknya juga bekerja sama dengan PT Wira Usaha Sumeker, dan telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk akselerasi penggunaan kendaraan listrik di wilayah itu.
Sinergi antara PLN, Pemkab Sumenep, dan BUMD ini menjadi akselerator penting dalam penyediaan SPKLU lingkungan Kabupaten Sumenep.
"Kami ingin masyarakat semakin yakin bahwa infrastruktur kendaraan listrik sudah tersedia secara riil dan akan terus kami kembangkan," kata Fahmi.
Pewarta: Abd AzizUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.