Desa Benjor menunjukkan bahwa komunikasi menjadi fondasi penting dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat

Surabaya (ANTARA) - Tim dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (UPNVJT) meneliti pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Benjor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, melalui pengembangan perkebunan kopi dan wisata alam yang mendorong kemandirian desa.

"Dalam perspektif ilmu komunikasi, pembangunan masyarakat berjalan efektif ketika pengetahuan dapat dipertukarkan, partisipasi masyarakat tumbuh, dan seluruh aktor memiliki ruang untuk berkolaborasi. Desa Benjor menunjukkan bahwa komunikasi menjadi fondasi penting dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat," ujar Ketua Tim Peneliti Dian Hutami Rahmawati dalam keterangan di Surabaya, Kamis.

Penelitian yang berlangsung pada 13–14 Juni 2026 itu dipimpin Dian Hutami Rahmawati dengan anggota dosen Ratih Pandu Mustikasari dan Zahrotul Munawwaroh, serta melibatkan mahasiswa Felix dan Dekanusa.

Penelitian bertujuan memahami perkembangan lanskap ekonomi masyarakat sekaligus mengidentifikasi peran komunikasi dan kolaborasi dalam membangun ekonomi berbasis potensi desa.

Selama penelitian, tim melakukan observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan pengelola wisata, pedagang, serta petani kopi yang merupakan warga asli Desa Benjor.

Tim juga berdiskusi dengan Heri Purnomo dan Sam Bejo sebagai penggerak pengembangan perkebunan kopi di desa tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Desa Benjor telah lama membudidayakan kopi. Namun, pengelolaan kebun berkembang setelah adanya pendampingan yang lebih terstruktur, mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik budidaya, pemupukan, hingga penerapan metode petik merah untuk meningkatkan kualitas hasil panen.

Tim peneliti menilai peningkatan kapasitas petani tidak hanya ditentukan oleh pemanfaatan teknologi, tetapi juga melalui komunikasi yang efektif, transfer pengetahuan, serta pendampingan berkelanjutan. Proses tersebut menjadi modal sosial yang memperkuat daya saing komoditas kopi lokal.

Selain sektor perkebunan, penelitian juga mencatat perkembangan Benjor Pine Camp Ground yang sejak dikembangkan secara lebih serius pada 2023 kini menjadi salah satu tujuan wisata alam.

Kawasan tersebut dilengkapi berbagai fasilitas sehingga menarik pasangan muda, keluarga, komunitas, hingga kegiatan luar ruang mahasiswa dan perusahaan.

Perkembangan sektor wisata turut membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Pemuda desa terlibat dalam pengelolaan kawasan wisata, sementara warga lainnya tetap mengembangkan perkebunan kopi sebagai sumber pendapatan utama.

Berdasarkan hasil wawancara dengan pedagang dan pengelola wisata, meningkatnya jumlah pengunjung berdampak positif terhadap pendapatan masyarakat. Aktivitas ekonomi yang sebelumnya bertumpu pada sektor pertanian berkembang melalui usaha kuliner, penyewaan perlengkapan, hingga jasa wisata.

Tim peneliti juga menemukan pengembangan wisata dan perkebunan kopi saling mendukung dalam membangun ekosistem ekonomi desa. Wisata menghadirkan pasar dan peluang kerja baru, sedangkan kopi menjadi identitas sekaligus produk unggulan yang memperkuat daya tarik Desa Benjor.

Model pemberdayaan tersebut dinilai sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan kedelapan tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, tujuan kesebelas tentang kota dan permukiman berkelanjutan, serta tujuan ketujuh belas mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan.

Melalui penelitian itu, Tim Ilmu Komunikasi UPNVJT berharap praktik pemberdayaan masyarakat di Desa Benjor dapat menjadi referensi bagi desa lain dalam mengembangkan potensi lokal melalui penguatan komunikasi, partisipasi warga, dan kolaborasi lintas pihak guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026