Festival ini diharapkan mampu meningkatkan interaksi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat
Surabaya (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim memperkuat ekonomi kreatif melalui Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata yang melibatkan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Surabaya.
Mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Ekonomi Kreatif Ali Afandi mengatakan Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata merupakan bentuk komitmen Pemprov Jatim bersama DPRD setempat dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif.
"Festival ini diharapkan mampu meningkatkan interaksi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, para pelaku industri kreatif memiliki kesempatan memperluas jejaring sekaligus memperkuat daya saing produk yang mereka hasilkan," ujarnya.
Festival yang berlangsung selama dua hari di Lapangan Atletik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu menghadirkan sedikitnya 20 tenant usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.
Berbagai produk unggulan dipamerkan, mulai dari kopi khas Nusantara, cokelat, teh, makanan olahan, kebab, hingga aneka camilan. Suasana festival juga dimeriahkan penampilan musik yang menarik antusiasme pengunjung.
Ali mengatakan festival tidak sekadar menjadi ajang pameran, tetapi juga sarana membangun ekosistem yang mempertemukan pelaku usaha dengan pasar sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi ekonomi kreatif Jatim.
"Seluruh produk yang ditampilkan merupakan hasil inovasi pelaku usaha daerah yang memiliki potensi berkembang lebih luas. Kehadiran festival diharapkan mampu memperkuat posisi produk lokal sebagai bagian penting dalam mendukung sektor pariwisata Jatim," ujarnya.
Ali juga mengapresiasi dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur yang dinilai memiliki peran strategis dalam menghadirkan ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kerja bersama. Dukungan seluruh pihak menjadi modal penting dalam mengembangkan ekonomi daerah melalui sektor industri kreatif," katanya.
Ali mengakui pelaku ekonomi kreatif masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, penguatan kualitas produk, hingga kemampuan bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Menurut dia, pengembangan sektor ekonomi kreatif harus dilakukan melalui kolaborasi berkelanjutan dengan pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.
Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci agar potensi besar Jawa Timur mampu menciptakan lebih banyak peluang usaha sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru.
"Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga menjadi tonggak kemajuan industri kreatif di Jawa Timur," tuturnya.
Ali berharap Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekonomi kreatif yang semakin kompetitif.
"Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis Jawa Timur mampu menjadi daerah yang maju, mandiri, berdaya saing global, sekaligus memperkokoh posisinya sebagai episentrum industri kreatif di Indonesia," katanya.
Sementara itu, salah seorang peserta festival, Bayu Prasetya, pemilik UMKM Kopi Desa dengan produk Nerscoff, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kopi asli Indonesia kepada masyarakat.
"Kami memperkenalkan produk biji kopi. Produk kami khusus biji kopi seluruh Indonesia. Tidak ada biji kopi dari luar negeri, semuanya lokal. Selain itu juga ada minuman kopi filter berbahan Arabika," ujarnya.
Bayu mengatakan hampir seluruh jenis kopi Nusantara tersedia di gerainya sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan sesuai karakter rasa yang diinginkan.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.