Melalui KKN ini, riset dan inovasi mahasiswa tidak berhenti di laboratorium, melainkan dihilirisasi hingga ke desa-desa

Surabaya (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menerjunkan 1.292 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 ke sembilan lokasi di dalam dan luar negeri untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penerapan inovasi berbasis riset.

"Kami ingin mahasiswa Umsura tidak hanya menyelesaikan studinya di kampus, tetapi juga membawa inovasi yang bisa langsung dirasakan masyarakat. Melalui KKN ini, riset dan inovasi mahasiswa tidak berhenti di laboratorium, melainkan dihilirisasi hingga ke desa-desa," ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Prof. Mundakir di Surabaya, Kamis.

Sebanyak 1.292 mahasiswa akan melaksanakan pengabdian masyarakat di sembilan lokasi, yakni Arab Saudi, KKN Learning Express (LEX) Singapura, Kota Surabaya, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Gresik.

Mengusung tema "Simfoni Inovasi: Berakar Lokal, Berdampak Global", KKN tahun ini tidak hanya berfokus pada pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mendorong hilirisasi hasil riset mahasiswa melalui penerapan teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat.

Menurut Mundakir, KKN menjadi wujud komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Mahasiswa diharapkan hadir dengan sikap rendah hati, mampu memahami kebutuhan warga, sekaligus menghadirkan solusi yang berdampak.

"Inilah aktualisasi nilai-nilai tridarma perguruan tinggi yang tidak hanya dipelajari di kelas, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sosial," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Riset, Inovasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LRIPM) Universitas Muhammadiyah Surabaya, Arin Setyowati, mengatakan tema KKN tahun ini menekankan pentingnya menggali potensi lokal sebagai dasar lahirnya inovasi yang berdampak lebih luas.

Arin menjelaskan, pendekatan pelaksanaan KKN tahun ini diperkuat dengan tahapan empati sebelum mahasiswa menyusun program kerja. Pendekatan tersebut melengkapi metode design thinking yang sebelumnya digunakan agar mahasiswa memahami kebutuhan masyarakat secara lebih mendalam.

"Dengan pendekatan tersebut, setiap program yang dijalankan benar-benar lahir dari kondisi riil masyarakat sehingga solusi yang ditawarkan menjadi lebih relevan dan berkelanjutan," kata Arin.

Ia menambahkan, pelaksanaan KKN menjadi bagian dari integrasi pengabdian kepada masyarakat, riset, inovasi, dan penguatan reputasi akademik universitas. Berbagai praktik baik yang dikembangkan di lingkungan Umsura diharapkan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Program KKN juga diarahkan untuk mendukung pencapaian SDGs, khususnya tujuan 1 Tanpa Kemiskinan, tujuan 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, tujuan 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak, tujuan 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta tujuan 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Kelima tujuan tersebut menjadi dasar penyusunan dan pelaksanaan program kerja mahasiswa selama berada di lokasi KKN.

Pelepasan mahasiswa KKN turut dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Erick Komala, jajaran rektorat, dekan, dan pejabat struktural di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surabaya.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026