Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memperkuat konsolidasi dan kolaborasi dengan pemangku kesehatan setempat di tengah tantangan fiskal guna mendukung program prioritas kesehatan serta penyelesaian permasalahan kesehatan di daerah itu.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, di Banyuwangi, Kamis, mengatakan telah bertemu dengan ratusan pemangku kesehatan mulai kepala puskesmas, direktur rumah sakit daerah dan swasta, pimpinan klinik, rektor perguruan tinggi kesehatan, hingga organisasi kesehatan serta unsur BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan agar memperkuat kolaborasi untuk memastikan sumber daya yang ada fokus pada permasalahan kesehatan.
"Kolaborasi ini diperlukan, mengingat kapasitas fiskal pemerintah, baik pusat maupun daerah sangat terbatas, di sisi lain masyarakat menuntut pelayanan publik yang cepat, berkualitas, dan mudah diakses. Oleh karena itu, kami semua harus saling kolaborasi, saling terhubung untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan," ujarnya.
Fokus program kesehatan di Banyuwangi saat ini, lanjut Ipuk, adalah peningkatan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit tidak menular, pengendalian tuberkulosis dan HIV, penguatan pelayanan primer, kesehatan jiwa remaja, serta perlindungan kelompok rentan.
Menurut Ipuk, pimpinan rumah sakit daerah dan swasta juga diminta agar memperkuat komitmen zero penolakan pasien gawat darurat, serta rumah sakit juga bisa terintegrasi dengan puskesmas agar sistem rujukan terbangun dengan baik.
"Dengan demikian, ada koneksi antara puskesmas dan rumah sakit supaya ketika pasien perlu dirujuk bisa cepat dan efisien, karena hampir semua rumah sakit dan klinik telah menyediakan layanan BPJS Kesehatan," katanya.
Untuk perguruan tinggi dan organisasi profesi kesehatan, Bupati Ipuk mengajak untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
"Kami berharap kampus bisa memperkuat kolaborasi melalui riset, inovasi, pengabdian masyarakat dan pendampingan program kesehatan," tutur Ipuk.
Para kepala puskesmas juga diminta menjadikan puskesmas garda terdepan sistem kesehatan, serta memperkuat pelayanan promotif dan preventif, salah satunya memanfaatkan posyandu menjadi pusat deteksi dini masalah kesehatan masyarakat.
"Kunjungan rumah harus diperkuat, ibu hamil risiko tinggi, bayi, balita, lansia, penderita TB, HIV, hipertensi, dan diabetes harus dipantau secara aktif," kata Ipuk.
Pewarta: Novi HusdinariyantoUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.