Kota Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menilai pendirian Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) bermanfaat sebagai upaya meningkatkan literasi pasar modal masyarakat di daerah itu.
Wakil Wali Kota Kediri K.H. Qowimuddin Thoha, Kamis, mengatakan pasar modal memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Selain menjadi sarana investasi, pasar modal juga menjadi sumber pembiayaan bagi dunia usaha sehingga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
"Galeri Investasi diharapkan menjadi pusat edukasi dan konsultasi bagi masyarakat sehingga mampu membangun budaya investasi yang sehat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan keuangan yang lebih baik," katanya dalam keterangannya di Kediri.
Ia juga menambahkan aparatur sipil negara (ASN) perlu mulai menyisihkan sebagian penghasilannya untuk berinvestasi secara bijak selama masih berada pada usia produktif.
Menurut dia, kepastian penghasilan dan jaminan pensiun yang dimiliki ASN tidak seharusnya membuat terlena dalam mempersiapkan kesejahteraan pada masa mendatang.
"Jangan sampai kita hanya mengandalkan dana pensiun. Karena masa depan yang sejahtera tidak hanya ditentukan oleh apa yang akan kita terima nanti, tetapi juga oleh keputusan yang kita ambil hari ini," kata dia.
Gus Qowim, sapaan akrabnya juga menambahkan pasar modal memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional karena selain menjadi sarana investasi juga menjadi sumber pembiayaan dunia usaha yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Ia berharap Galeri Investasi dapat dimanfaatkan sebagai wadah pembelajaran yang aktif sekaligus memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.
Sementara itu, Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri mengatakan pencanangan Galeri Investasi merupakan langkah strategis untuk membangun budaya investasi yang sehat, legal, dan bertanggung jawab, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan pasar modal.
Ia menjelaskan tingkat literasi keuangan nasional saat ini mencapai 66,5 persen dengan tingkat inklusi keuangan sebesar 80,5 persen. Namun, khusus literasi pasar modal masih berada pada angka 4,1 persen dan tingkat inklusinya 5,2 persen sehingga edukasi kepada masyarakat masih perlu terus ditingkatkan.
Menurut Ismirani, hingga Mei 2026 jumlah investor pasar modal di Indonesia mencapai 27,75 juta investor.
Sementara di Kota Kediri, jumlah Single Investor Identification (SID) hingga April 2026 tercatat sebanyak 23.923 investor atau meningkat 29,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai transaksi pasar modal di Kota Kediri juga mencapai Rp1,5 triliun atau tumbuh 116,67 persen secara tahunan.
"Kondisi ini menunjukkan minat masyarakat terhadap investasi semakin meningkat. Jumlah investor yang bertambah juga harus diimbangi dengan kegiatan literasi," kata Ismirani.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.