Bandara itu cukup dan sangat layak untuk penerbangan haji
Surabaya (ANTARA) - Kementerian Haji dan Umrah menyatakan bahwa pemerintah tengah mengkaji pemanfaatan Bandara Dhoho Kediri, Jawa Timur, sebagai embarkasi haji untuk mengurangi kepadatan di Bandara Juanda dan Asrama Haji Surabaya.
"Tadi pagi saya dan tim sudah berkoordinasi untuk mencoba mengaktifkan Bandara Dhoho di Kediri. Bandara itu cukup dan sangat layak untuk penerbangan haji, terutama pesawat-pesawat besar," kata Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf, di Asrama Haji Surabaya, Rabu.
Ia menjelaskan koordinasi terkait rencana tersebut telah dilakukan bersama jajaran Kementerian Haji dan Umrah karena Bandara Dhoho dinilai memiliki kapasitas yang memadai untuk melayani penerbangan haji, terutama pesawat berbadan lebar.
Selain itu, kata dia, pemanfaatan bandara tersebut juga diharapkan dapat mengurangi beban operasional Asrama Haji Surabaya serta kepadatan di Bandara Internasional Juanda yang selama ini menjadi embarkasi utama jamaah haji asal Jawa Timur.
Menurut dia, Jawa Timur pada musim haji 2026 memberangkatkan sebanyak 116 kelompok terbang (kloter), sehingga aktivitas di Asrama Haji Surabaya berlangsung hampir tanpa henti selama proses pemberangkatan maupun pemulangan jamaah.
Irfan mengatakan tingginya intensitas pelayanan bahkan berdampak pada kondisi petugas, salah satunya Kepala UPT Asrama Haji Surabaya yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena padatnya aktivitas selama operasional haji berlangsung.
"Insya Allah nanti kita akan kurangi sebagian untuk diarahkan ke Bandara Dhoho di Kediri," ucapnya.
Selain mengkaji pemanfaatan Bandara Dhoho, pihaknya juga tengah membentuk satuan tugas bersama kepolisian dan imigrasi untuk mencegah praktik haji nonprosedural.
Ia menambahkan operasional haji 2026 secara nasional telah resmi ditutup dan seluruh jajaran Kementerian Haji langsung memulai persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027.
Menurut Irfan, berbagai evaluasi dan penguatan layanan akan dilakukan agar penyelenggaraan haji tahun depan semakin baik.
"Hal ini termasuk penataan embarkasi dan peningkatan kualitas pelayanan bagi jamaah," tuturnya.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.