Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, melakukan penataan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di kawasan car free day (CFD) Jalan Dhoho, Kediri, untuk menciptakan kawasan tertib sekaligus mengembangkan destinasi wisata kuliner.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) Kota Kediri Eko Lukmono mengatakan penataan dilakukan untuk menjaga fungsi CFD sebagai ruang publik, sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku UMKM agar dapat berusaha sesuai aturan yang berlaku.

“Kami memprioritaskan pelaku usaha mikro yang terdampak dari pemanfaatan lokasi CFD. Kemudian kami menyampaikan dengan pelaku usaha mikro agar kawasan CFD ke depan tidak lagi terkesan seperti pasar tumpah, tetapi bisa menjadi kawasan destinasi kuliner,” katanya di Kediri, Rabu.

Ia mengajak seluruh pedagang memiliki komitmen bersama agar kawasan tersebut tidak lagi terkesan seperti pasar tumpah, melainkan menjadi destinasi kuliner yang nyaman bagi masyarakat.

Eko mengungkapkan, pihaknya  sudah melakukan sosialisasi terkait penataan UMKM yang berjualan di CFD Jalan Dhoho Kota Kediri tersebut.

Dirinya menyampaikan sejumlah ketentuan, antara lain pengaturan jarak antarlapak sekitar 1,75 meter, menjaga kebersihan, serta pengelolaan sampah, khususnya bagi pedagang makanan dan minuman yang melayani konsumsi di tempat.

Selain penataan lapak, Ia mengatakan pihaknya akan mendata seluruh pelaku UMKM untuk memudahkan pembinaan, termasuk fasilitasi sertifikasi halal, izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta pembinaan terkait keamanan pangan.

Pemerintah Kota Kediri, tambah Eko, juga menyiapkan konsep penataan kawasan dengan penyediaan area duduk bagi pengunjung sehingga aktivitas menikmati kuliner dapat berlangsung lebih nyaman, tanpa mengganggu fungsi trotoar maupun ruang publik.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Jalan Dhoho Bayu Aprikale mengatakan para pedagang mendukung langkah penataan tersebut karena dinilai dapat menciptakan ketertiban dan mencegah persaingan antarpedagang dalam memperebutkan lokasi berjualan.

ia menyebut, saat ini terdapat sekitar 300 pedagang di kawasan CFD Jalan Dhoho Kediri, dan dari jumlah itu 150 pedagang yang juga binaan Dinkop UMTK Kota Kediri, telah mengikuti sosialisasi.

"Yang ditekankan tadi soal tata tertib supaya semua bisa berjualan dengan rukun dan tidak saling sikut antar pedagang,” ujar Bayu..

Ia menambahkan paguyuban telah menerapkan sistem kartu tanda anggota (KTA), yang tidak dapat dipindahtangankan untuk mencegah praktik jual beli lapak.

Penataan tersebut diharapkan menjadikan CFD Jalan Dhoho sebagai kawasan yang tertib, nyaman, sekaligus memperkuat daya tarik wisata Kota Kediri, demikian Bayu.

 

 



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026