Kediri (ANTARA) - Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur mengevakuasi seekor sapi limosin yang tercebur di dalam sumur sedalam sekitar 25 meter di Dusun Jomblang, Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.
Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan peristiwa itu terjadi di rumah milik Katimin. Pemilik rumah awalnya mendengar suara keras dari arah belakang rumah.
"Setelah dilakukan pemeriksaan sapi milik Katimin diketahui telah terjatuh ke dalam sumur sehingga kepala dusun setempat menghubungi Damkar Pos Pare untuk meminta bantuan evakuasi," katanya di Kediri, Rabu.
Ia menambahkan, petugas dari Bidang Pencegahan Kebakaran kemudian menuju lokasi dan melakukan evakuasi menggunakan tali karmantel, tali webbing, serta body harness untuk mengangkat sapi dari dasar sumur. Petugas berusaha keras agar sapi bisa secepatnya dievakuasi.
Kaleb juga mengatakan proses evakuasi berlangsung sekitar satu jam. Petugas kemudian berhasil mengangkatnya. Setelah berhasil diangkat ke permukaan, sapi tersebut diketahui telah mati akibat tenggelam di dalam air sumur.
“Sapi berhasil dievakuasi, namun kondisinya sudah mati karena tenggelam di kedalaman air sumur,” kata dia.
Ia menjelaskan sapi yang dievakuasi merupakan sapi jenis limosin berusia sekitar 4,5 bulan dengan bobot kurang lebih 160 kilogram.
Dia menyebut proses evakuasi menghadapi kendala karena ruang sumur yang sempit serta minimnya suplai oksigen sehingga petugas harus bekerja dengan hati-hati untuk menjaga keselamatan selama operasi berlangsung. Petugas pun mengenakan alat kelengkapan pribadi, sehingga proses evakuasi pun juga bisa berlangsung aman.
“Ruang sumur yang sempit dan minimnya suplai oksigen menjadi kendala saat evakuasi berlangsung,” kata dia.
Ia menegaskan, peristiwa tersebut dapat ditangani tanpa menimbulkan korban jiwa dari pihak petugas maupun warga. Untuk bangkai sapi juga telah diserahkan kepada pemilik untuk penanganan lebih lanjut.
Pihaknya juga memberikan imbauan agar pemilik ternak selalu mengawasi ternaknya demi mencegah kejadian serupa seperti tali yang dibuat kencang dan selalu mengecek kondisi ternaknya.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.