Kediri (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Kediri, Jawa Timur, memberikan pelatihan kepada para guru melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono mengemukakan pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut atas meningkatnya kejadian bencana di berbagai wilayah sekaligus bagian dari program pemerintah pusat.
"Melalui program ini sekolah diharapkan mampu memahami manajemen penanganan dan penanggulangan bencana sesuai dengan potensi risiko di wilayahnya," katanya di Kediri, Rabu.
Ia berharap sekolah peserta dapat menjadi percontohan penerapan SPAB di Kota Kediri. Sebelumnya, Dinas Pendidikan bersama BPBD Kota Kediri juga telah melakukan pendampingan penerapan SPAB di SMPN 6 Kediri.
Menurut dia, penguatan kesiapsiagaan di sekolah diharapkan mampu membekali peserta didik dengan pengetahuan mengenai langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur Dahlia Kusumawati.
Dahlia menjelaskan pelatihan SPAB membekali peserta dengan materi mitigasi, manajemen kedaruratan, praktik penanganan bencana, hingga penyusunan rencana tindak lanjut di masing-masing satuan pendidikan.
Menurutnya, sekolah yang aman bencana harus memiliki prosedur yang jelas saat menghadapi keadaan darurat, termasuk membentuk tim siaga bencana, menetapkan jalur evakuasi, titik kumpul, serta rutin melaksanakan simulasi kebencanaan.
Sementara itu, salah seorang peserta yang juga guru SMAN 8 Kediri Edo Rahmat mengaku pelatihan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai pemetaan potensi ancaman bencana dan langkah mitigasi yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
Ia mengatakan hasil pelatihan akan disampaikan kepada pihak sekolah sebagai bahan penyusunan program kesiapsiagaan bencana secara bertahap, termasuk mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana pendukung.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.