Malang Raya (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Jawa Timur memperkuat literasi dan inklusi keuangan pelajar di daerah itu dengan mengenalkan Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) dan Rajin Menabung (Rabu) sebagai fondasi pembentukan generasi yang cerdas finansial.

Penguatan dan komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi OJK Malang bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Malang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, dan industri perbankan dalam penyelenggaraan Program Kejar dan Rabu di satuan pendidikan se-Kabupaten Malang dengan tema “Pelajar Makmur, Cerdas Finansial”.

Kepala OJK Malang Farid Faletehan dalam keterangan di Malang, Rabu, mengatakan melalui Program Kejar, pihaknya mendorong pelajar memiliki akses terhadap layanan keuangan formal sekaligus membangun perilaku pengelolaan keuangan yang bijak.

"Budaya menabung yang ditanamkan sejak dini diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda dalam mengambil keputusan keuangan yang bertanggung jawab di masa depan,” ujar Farid.

Hingga 31 Mei 2026, Program Kejar di Kabupaten Malang mencatatkan lebih dari 568.527 rekening pelajar dengan total saldo sekitar Rp187,67 miliar, yang menunjukkan meningkatnya partisipasi pelajar dalam memanfaatkan layanan keuangan formal.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia dan industri jasa keuangan, OJK berharap Program Kejar dan Rabu tidak hanya meningkatkan kepemilikan rekening tabungan pelajar, tetapi juga menanamkan budaya menabung, disiplin dalam mengelola keuangan, serta perilaku finansial yang bertanggung jawab sejak usia dini sebagai fondasi menuju masyarakat yang semakin inklusif dan sejahtera.

Pada kesempatan itu, Farid Faletehan menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam mendukung implementasi Program Kejar tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, satuan pendidikan, dan industri jasa keuangan menjadi kunci dalam membangun budaya menabung sejak dini.

Sementara itu , Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Siti Nurfalinda menyampaikan bahwa Program Kejar dan Rabu sejalan dengan berbagai program edukasi keuangan Bank Indonesia, antara lain melalui Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Bupati Malang Sanusi berharap kolaborasi yang terjalin dapat menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk generasi muda yang lebih mandiri dan sejahtera.

“Kebiasaan menabung sejak dini tidak hanya membentuk kemampuan mengelola keuangan, tetapi juga menumbuhkan karakter disiplin, tanggung jawab, dan perencanaan yang baik,” ujar Sanusi

Kegiatan yang diselenggarakan di Pendopo Agung Kabupaten Malang pada Selasa (30/6) itu juga dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Prasetyani Arum Anggorowati, serta diikuti lebih dari 500 kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan siswa dari 33 kecamatan di kabupaten setempat, serta diikuti sekitar 1.100 peserta secara daring.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama Pelaksanaan Program Kejar dan Rabu di Satuan Pendidikan Kabupaten Malang sebagai pembaruan komitmen yang telah dibangun sejak tahun 2021.

Penandatanganan tersebut menjadi bentuk penguatan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas implementasi program secara berkelanjutan.

Kegiatan juga diisi dengan penyerahan lebih dari 5.000 rekening Simpanan Pelajar (Simpel) oleh BRI, Bank Mandiri, BSI, BNI, Bank Jatim, dan BPR Artha Kanjuruan kepada siswa SD dan SMP/MTs negeri maupun swasta di Kabupaten Malang.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) juga memberikan apresiasi kepada satuan pendidikan yang aktif mendukung implementasi Program Kejar dan Rabu.

Selain itu, OJK bersama PUJK menghadirkan booth layanan yang memberikan informasi mengenai Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), layanan keuangan, konsultasi produk dan jasa keuangan, akses pembiayaan, pembukaan rekening, serta edukasi keuangan kepada masyarakat.



Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026