Lamongan (ANTARA) - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyebut literasi menjadi benteng penting bagi masyarakat untuk menghadapi pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), teknologi digital, dan arus informasi yang terus meningkat.

"Festival seperti ini menjadi penting bagi kita semuanya, terutama anak-anak, agar memiliki penguatan karakter yang dibentuk melalui literasi sehingga mampu membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan," ujarnya saat membuka Festival Literasi Lamongan Pusta Raya 2026 di halaman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Lamongan, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa penguatan budaya literasi perlu terus dilakukan karena perpustakaan memiliki peran strategis sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

Berdasarkan hasil pengukuran Perpustakaan Nasional menggunakan instrumen terbaru pada 2025, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Lamongan tercatat sebesar 18,9, sedangkan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) mencapai 61,51. 

Capaian tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan budaya membaca masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Lamongan Umuronah menjelaskan pengukuran IPLM dan TKM 2025 menggunakan instrumen terbaru sesuai Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 7 Tahun 2025 dan Nomor 9 Tahun 2025.

"Hasil pengukuran saat ini tidak menunjukkan penurunan atau kenaikan dibanding sebelumnya, melainkan nilai baru karena menggunakan perspektif pengukuran yang lebih substantif terhadap kinerja perpustakaan," ujarnya.

Festival Literasi Lamongan Pusta Raya 2026 berlangsung pada 30 Juni hingga 2 Juli dengan melibatkan ratusan peserta dari kalangan pelajar, komunitas literasi, pengelola perpustakaan, dan masyarakat. Kegiatan itu diisi pameran literasi, layanan perpustakaan, serta berbagai edukasi untuk mendorong budaya membaca di Kabupaten Lamongan.



Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026