Sarasehan itu akan menjadi ruang diskusi untuk membedah berbagai tantangan dan peluang pembangunan nasional yang berangkat dari kekuatan daerah
Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Sarasehan Kebangsaan yang akan digelar Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) akan menjadi ruang diskusi dan membedah berbagai tantangan serta peluang pembangunan dengan mempertemukan tokoh nasional, akademisi, hingga kepala daerah pada 3 Juli 2026, di Jember, Jawa Timur.
"Sarasehan itu akan menjadi ruang diskusi untuk membedah berbagai tantangan dan peluang pembangunan nasional yang berangkat dari kekuatan daerah," kata Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember (Unej), Prof. Yuli Witono, dalam keterangan yang diterima di Jember, Jawa Timur, Selasa.
Sarasehan dengan tema “Akselerasi Membangun Indonesia dari Daerah: Menakar Sinergi Pusat dan Daerah untuk Kemajuan Bangsa” rencananya akan digelar di Auditorium Gedung Soedjarwo Unej, dengan menghadirkan sejumlah narasumber seperti pakar politik dan demokrasi Indonesia Prof. Dr. Siti Zuhro.
Selain itu, juga dijadwalkan hadir Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji yang juga menjabat Ketua Umum KAUJE, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Bupati Lumajang Indah Amperawati, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Bupati Ngada (NTT) Raymundus Bena, serta Bupati Jember Muhammad Fawait.
Menurutnya sarasehan kebangsaan itu menjadi nilai tambah yang memberikan nuansa akademik pada rangkaian KAUJEFEST 2026 yang sebelumnya identik dengan kegiatan olahraga dan hiburan.
Peserta sarasehan terdiri atas perwakilan pemerintah daerah di kawasan Sekarkijang dan sekitarnya, akademisi, mahasiswa, serta alumni. Jumlah peserta dibatasi sekitar 300 orang menyesuaikan kapasitas tempat kegiatan.
“Semoga forum itu mampu melahirkan gagasan-gagasan konstruktif bagi kemajuan bangsa sekaligus berjalan dengan lancar,” katanya.
Sementara itu, menjelang pelaksanaan KAUJEFEST 2026, Unej bersama panitia KAUJE terus mematangkan berbagai persiapan termasuk melakukan identifikasi hal-hal yang penting dalam pelaksanaan Jalan Gembira Nasional (JGN) dan Fun Run pada 4-5 Juli 2026..
“Apalagi kegiatan itu berlangsung di Jember dan menjadi bagian dari Unej karena itu seluruh persiapan harus dilakukan sebaik mungkin,” kata Wakil Rektor III Unej Fendy Setyawan.
Berbagai aspek teknis menjadi perhatian utama, mulai dari rute Jalan Gembira dan Fun Run, distribusi kaos peserta, konsumsi, protokol tamu, parkir, pengelolaan sampah, layanan kesehatan, hingga pengaturan rundown acara yang cukup padat.
Ketua KAUJEFEST 2026, Abdul Kholik mengatakan adanya sejumlah faktor eksternal yang perlu diantisipasi, salah satunya perbaikan jalan di kawasan Klatakan pada jalur utama Surabaya–Jember yang berpotensi mempengaruhi mobilitas peserta dari luar daerah.
“Kondisi perbaikan jalan tersebut tentu menjadi perhatian bersama karena dapat berdampak terhadap kelancaran perjalanan dan kedatangan peserta,” ujarnya.
Fendy menambahkan, koordinasi yang intens antara panitia KAUJE dan Universitas Jember menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan JGN 3, yang diharapkan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
“Pertemuan itu diharapkan semakin memperkuat sinergi antara panitia KAUJE dan Universitas Jember agar dapat bahu-membahu menyukseskan JGN 3,” katanya.
Sebagai informasi, hingga pendaftaran ditutup pada 13 Juni 2026, jumlah peserta JGN tercatat mencapai sekitar 7.000 lebih peserta dan peserta Fun Run sebanyak 1.000 orang.
“Nanti akan kami dorong partisipasi dari setiap fakultas untuk turut meramaikan Fun Run sehingga suasana kegiatan semakin semarak," ujarnya.
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.