Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur memastikan ketersediaan atau stok bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maupun nonsubsidi di SPBU 54.672.12 Pajurangan dalam kondisi aman usai melakukan inspeksi mendadak yang dilakukan pada Jumat.
Inspeksi mendadak yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi dilakukan menyusul adanya pemberitaan antrean panjang kendaraan, khususnya truk pengangkut barang di kawasan Jalan Pantura Exit Tol Gending.
"Kami melakukan sidak sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai antrean kendaraan yang mengular hingga memakan badan jalan nasional di SPBU 54.672.12 Pajurangan," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Probolinggo M. Sjaiful Efendi.
Dalam pemeriksaan di lapangan, rombongan mengecek langsung kapasitas tangki penyimpanan, distribusi BBM serta pola pelayanan di SPBU Pajurangan. Hasilnya, stok seluruh jenis BBM dinyatakan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"SPBU Pajurangan memiliki tiga lokasi penyimpanan Biosolar dengan persediaan yang masih sangat memadai. Kami juga melakukan inspeksi di beberapa SPBU dan hasilnya stok BBM sangat aman, bukan hanya biosolar, tetapi juga pertalite, pertamax hingga BBM nonsubsidi," katanya.
Ia mengimbau masyarakat tidak perlu panik membeli BBM. Jika masyarakat tetap tenang dan tertib, maka antrean panjang maupun kemacetan di jalan dapat dihindari karena saat sidak berlangsung stok biosolar yang tersedia mencapai sekitar 31 ribu liter dan masih akan bertambah karena terdapat pasokan baru yang dijadwalkan masuk pada hari yang sama.
“Antrean panjang kendaraan bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM, melainkan tingginya jumlah kendaraan, termasuk truk dari luar daerah yang melakukan pengisian di SPBU tersebut,” ujarnya.
Sjaiful meminta pengelola SPBU meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengatur arus kendaraan agar tidak mengganggu lalu lintas di Jalan Pantura, terutama pada jam-jam sibuk.
“Kami meminta pihak SPBU bersinergi dengan instansi terkait untuk mengatur dan menertibkan antrean kendaraan di jalan nasional, khususnya pada jam-jam padat. Selain itu perlu dipasang banner berisi imbauan agar masyarakat memahami mekanisme antrean sehingga pelayanan dapat berlangsung lebih tertib,” katanya.
Pemkab Probolinggo juga mengapresiasi langkah Pertamina dan pengelola SPBU yang terus menjaga kelancaran distribusi bahan bakar di tengah meningkatnya permintaan dari pengguna kendaraan.
Ia berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Dengan distribusi yang lancar, stok yang memadai serta pengaturan antrean yang lebih baik, kemacetan di sekitar SPBU Pajurangan diharapkan dapat diminimalkan sehingga aktivitas masyarakat maupun pengguna Jalan Pantura tetap berjalan lancar.
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.