Surabaya (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menyatakan bahwa ajang KREAFEST 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, menjadi wadah kreativitas anak-anak muda untuk memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
"Kami menangkap peluang bahwa dunia AI menjadi sesuatu yang sangat menarik bagi berbagai kalangan. Karena itu, kami memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kreativitasnya melalui karya-karya positif," ujar Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat pengumuman pemenang lomba di Gedung Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Jatim, Kamis.
Irjen Nanang mengatakan perkembangan teknologi digital merupakan keniscayaan yang harus dihadapi secara bijak karena dapat membawa dampak positif maupun negatif bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan teknologi bisa membawa dampak positif maupun negatif. Oleh karena itu, pemanfaatan harus diarahkan pada hal-hal yang baik, yang mampu menghadirkan edukasi, inspirasi, dan manfaat bagi masyarakat.
Menurut dia, generasi muda memiliki kemampuan luar biasa dalam menguasai teknologi digital sehingga perlu diberikan ruang kreatif untuk menyalurkan potensi tersebut secara positif dan produktif.
Ia menegaskan lomba video berbasis AI yang digelar Polda Jatim merupakan upaya memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi sekaligus berkontribusi dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat.
Kapolda Jatim menyebut kegiatan tersebut sebagai terobosan yang pertama kali digelar di lingkungan kepolisian daerah.
Irjen Nanang juga mengingatkan bahwa transformasi digital menghadirkan berbagai tantangan di ruang siber, mulai dari kejahatan digital, provokasi, penyebaran hoaks, hingga konten negatif.
"Ancaman kejahatan digital, provokasi, penyebaran hoaks, hingga konten negatif menjadi persoalan yang harus dihadapi bersama," kata Nanang.
Karena itu, ia berharap karya-karya berbasis AI dapat menjadi sarana edukasi sekaligus membantu meredam potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di ruang digital.
Menurut dia, kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast selaku Ketua Panitia KREAFEST 2026 mengatakan kompetisi tersebut diikuti 293 peserta dengan total 286 karya.
"Sebanyak 293 peserta mengikuti kegiatan ini dengan total 286 karya yang dikirimkan kepada panitia. Terdiri dari 109 peserta kategori pelajar dan mahasiswa serta 177 peserta kategori umum," ujar Abast.
Ia mengatakan tema AI for Public Safety dipilih untuk mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan agar memberikan kontribusi bagi keamanan publik sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Menurut dia, kolaborasi tersebut penting untuk membangun ruang digital yang lebih ramah serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan di dunia maya, seperti hoaks, perundungan siber (cyberbullying), perundungan, hingga kekerasan seksual.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.