Madiun (ANTARA) - Ajang Kirab Budaya Pencak Silat yang digelar sebagai rangkaian peringatan ke-108 Hari Jadi Kota Madiun menjadi simbol nyata guyub rukun Kota Pendekar Madiun, Jawa Timur, yang dikenal sebagai basis belasan perguruan silat. 

"Kirab Budaya Pencak Silat yang perdana digelar, sekaligus pembuka ini, alhamdulillah berjalan lancar. Tentu apresiasi dan terima kasih kepada seluruh yang terkait, forkopimda, para perguruan pencak silat, dan juga semua masyarakat Kota Madiun dan sekitarnya," ujar Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun, dalam gelaran Kirab Budaya Pencak Silat di Madiun, Kamis (25/6/2026).

Kirab tersebut menghadirkan ratusan pendekar dari 13 perguruan pencak silat di wilayah Madiun Raya bersama tim pencak silat militer Kodim 0803 Madiun yang masing-masing menampilkan atraksi jurus andalan dengan penuh semangat persatuan dan harmoni antarperguruan di Kota Pendekar.

Sebanyak 13 perguruan yang berpartisipasi, yakni Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Tunas Muda, IKS Pro Patria, Kelatnas Indonesia Perisai Diri, OCC Pangastuti, Persinas Asad, PPS Betako Merpati Putih, IKSPI Kera Sakti, Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Persaudaraan Rasa Tunggal, Pandan Alas, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Persaudaraan Setia Hati Tuhu Tekad, dan PS Cempaka Putih.

Perwakilan pesilat menampilkan atraksi jurus andalan dalam ajang Kirab Budaya Pencak Silat yang digelar sebagai rangkaian peringatan ke-108 Hari Jadi Kota Madiun, Kamis (25/6/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun

Plt Wali Kota Bagus ingin agar Kirab Budaya Pencak Silat yang mengangkat tema "Panji Pendekar Bersatu" tersebut menjadi simbol Kota Madiun sebagai Kota Pendekar yang aman dan nyaman. 

Harapannya, Kota Madiun menjadi percontohan daerah lain, khususnya terkait keberagaman perguruan pencak silat di dalam satu daerah, namun tetap guyup dan rukun. 

"Kita ingin memberitahukan bahwa meski ada banyak perguruan di Kota Madiun, namun semuanya tetap guyup-rukun dan kotanya aman. Poin ini penting untuk kita sampaikan," katanya.

Bagus berupaya agar Kirab Budaya Pencak Silat menjadi agenda tahunan HUT Kota Madiun dan berharap pada tahun-tahun mendatang dapat digelar dengan skala yang lebih besar.

Ia juga ingin agenda tersebut mampu menarik lebih banyak wisatawan yang muaranya adalah peningkatan perekonomian di Kota Pendekar. 

"Tentu akan kita evaluasi semua saran dan masukan untuk kebaikan kita ke depan. Dan sudah kita rencanakan tahun depan harus lebih besar. Harapannya bisa bertaraf nasional," kata Bagus.

Sementara, prosesi Kirab Budaya Pencak Silat Madiun 2026 diawali dengan pencampuran air persaudaraan tanda kebersamaan di depan Balai Kota Madiun. Setiap perguruan membawa air dari sumber masing-masing. Air dalam kendi tersebut kemudian dituang dalam satu wadah yang sama. Hal itu membawa makna bahwa berbeda sumber air namun mengalir dalam tujuan yang sama, yakni Madiun yang guyub rukun. 

Perwakilan pesilat menampilkan atraksi jurus andalan dalam ajang Kirab Budaya Pencak Silat yang digelar sebagai rangkaian peringatan ke-108 Hari Jadi Kota Madiun, Kamis (25/6/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun

Setelah itu, perwakilan masing-masing perguruan yang membawa bendera panji masing-masing berbaris berjajar di bawah panji yang sama, yakni, bendera panji lambang Kota Madiun. Hal itu bermakna tradisi perguruan di Kota Madiun boleh beragam dan berbeda-beda, namun Kota Pendekar adalah rumah bersama. 

Adapun rute kirab pencak silat adalah start dari Balai Kota Madiun melintasi Jalan Cokroaminoto dan Jalan Citandui, dan berakhir di Jalan H Agus Salim tepat di depan SMP Negeri 2 Kota Madiun.

Sejumlah titik di sepanjang rute disiapkan sebagai area pertunjukan, mulai dari depan panggung kehormatan Balai Kota Madiun, kawasan Telkom, Titik Nol Kilometer, Perempatan Citandui, hingga Patung Kolonel Marhadi di Alun-Alun Kota Madiun.

Kirab yang berlangsung meriah dan aman tersebut ditonton ribuan warga dari berbagai wilayah, baik Kota Madiun maupun daerah sekitar yang datang. Tontonan menarik tersebut juga mendongkrak perekonomian warga sekitar yang berjualan aneka jajanan dan minuman.



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026