Surabaya (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga, Khofifah Indar Parawansa mendorong PP IKA Unair bergerak secara masif, inovatif dan berdampak bagi bangsa melalui penguatan peran Dewan Pakar dalam merumuskan berbagai rekomendasi strategis.
"IKA Unair harus menjadi wadah yang mampu mengonsolidasikan kekuatan alumni dari berbagai disiplin ilmu dan profesi. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menghadirkan berbagai solusi inovatif untuk menjawab tantangan pembangunan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Khofifah dalam keterangan di Surabaya, Rabu.
Khofifah mengatakan IKA Unair memiliki modal sosial, intelektual, dan profesional yang besar melalui jejaring alumni yang tersebar di berbagai sektor, sehingga kontribusi alumni perlu terus diperkuat.
Menurut dia, Dewan Pakar perlu menjadi mitra strategis dalam memberikan pandangan, rekomendasi, dan pemikiran konstruktif bagi pengembangan organisasi, terutama di tengah dinamika global dan nasional yang membutuhkan respons cepat serta adaptif.
"Rapat dewan pakar menunjukkan semangat kolaborasi sekaligus menjadi forum penting untuk menghimpun berbagai masukan dan gagasan dari para anggota Dewan Pakar dalam memperkuat arah kebijakan dan program kerja IKA Unair ke depannya," ujar Gubernur Jawa Timur tersebut.
Rapat tersebut juga membahas sejumlah agenda strategis, antara lain penguatan peran alumni dalam pembangunan sumber daya manusia, pengembangan jejaring kolaborasi lintas sektor, peningkatan kontribusi di bidang pendidikan dan kesehatan, serta penguatan posisi IKA Unair sebagai pusat pemikiran untuk berbagai isu strategis.
Khofifah berharap sinergi antara pengurus dan Dewan Pakar IKA Unair semakin solid, sehingga organisasi alumni dapat berkembang menjadi kekuatan yang produktif, inovatif, dan berdaya bagi kemajuan bangsa.
Sementara itu, Ketua Dewan Pakar PP IKA Unair yang juga Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan forum tersebut menjadi ajang silaturahim dan dialog terbuka untuk memberikan masukan bagi kemajuan almamater dan masyarakat.
AHY menyebut Unair saat ini menempati peringkat ketiga perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan peringkat ke-276 dunia berdasarkan QS World University Rankings.
"Saya hadir bersilaturahim sekaligus berdiskusi dengan para anggota dewan pakar. Ingin berkontribusi untuk almamater, karena gagasan dari para guru besar dan profesor sangat berharga sebagai bagian dari semangat kita untuk masyarakat dan negara," katanya.
AHY juga mendorong Dewan Pakar IKA Unair menyelenggarakan dialog produktif dan konstruktif serta menyusun rekomendasi kebijakan yang dapat disampaikan kepada pemerintah pusat maupun daerah.
"Pentingnya masukan dari para akademisi bagi pemerintah yang setiap hari harus mengambil keputusan, perlu pengayaan serta penelitian dari hasil riset yang relevan," katanya.
Selain itu, AHY menggagas forum yang lebih luas dengan melibatkan berbagai kalangan, termasuk Generasi Z agar dapat menghadirkan ruang diskusi yang konstruktif bagi masyarakat.
Pewarta: Willi IrawanUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.