Blitar (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mempromosikan pariwisata di wilayah Blitar, Jawa Timur, melalui program Rail Tour yang merupakan bentuk kolaborasi dan dirancang untuk menawarkan pengalaman perjalanan unik serta terintegrasi.

"Program ini adalah bentuk kolaborasi lintas sektor yang sangat kami banggakan. Kami mengundang masyarakat, komunitas, hingga instansi pendidikan untuk merasakan pengalaman berwisata dengan cara yang berbeda, seru, sekaligus edukatif melalui open trip ini," ujar Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari, dalam keterangannya di Blitar, Selasa.

Program ini secara efektif menghubungkan berbagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, khususnya di wilayah Daop 7 Madiun, dengan kenyamanan moda transportasi kereta api.

Ia menegaskan, program ini bagian dari  komitmen PT KAI, bahwa tidak hanya sebagai penyedia jasa transportasi yang aman dan nyaman, tetapi juga sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi serta pariwisata daerah. 

Salah satu paket yang ditawarkan dalam Rail Tour tersebut adalah jelajah Bumi Bung Karno Blitar.  PT KAI Daop 7 Madiun membuka layanan Open Trip Rail Tour Blitar yang akan dilaksanakan pada Kamis, 16 Juli 2026.

Layanan tersebut tersedia dengan titik keberangkatan dari Stasiun Madiun, Stasiun Nganjuk, Stasiun Kertosono, Stasiun Tulungagung dan Stasiun Kediri. 

Untuk fasilitas termasuk tiket KA Gajayana untuk keberangkatan dan KA Malabar untuk kembali, pemandu, angkutan lanjutan (feeder), dan harga tiket masuk (HTM) tempat wisata, yakni Makam Bung Karno, Pantai Tambakrejo dan wisata Kampung Coklat Blitar.

"Dengan memilih transportasi kereta api untuk berwisata, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengalaman liburan yang aman dan bebas macet, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendukung UMKM wisata lokal serta menciptakan ekosistem pariwisata yang ramah lingkungan,” kata Tohari.

Program tersebut bersinergi dengan 12 pemerintah daerah (pemda) di Jawa Timur, yaitu Pemerintah Kabupaten Magetan, Ngawi, Kabupaten/Kota Madiun, Kabupaten Nganjuk, Jombang, Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten/Kota Blitar. 

"Tujuannya jelas memanfaatkan jaringan perkeretaapian sebagai moda transportasi utama untuk menghadirkan pengalaman wisata yang berkelanjutan, inklusif, dan sarat nilai edukasi bagi masyarakat," kata dia. 



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026