Surabaya (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim) selama libur sekolah melakukan penguatan kapasitas guru menjadi lebih kompeten dan kreatif menjelang Tahun Ajaran 2026/2027 untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai di Surabaya, Selasa, mengatakan masa libur sekolah menjadi momentum strategis bagi guru untuk memperkuat kompetensi dan menyiapkan pembelajaran yang lebih berkualitas.
“Murid berlibur untuk mengisi energi, sedangkan guru memanfaatkan waktu untuk memperkuat kompetensi. Saat murid kembali ke sekolah, mereka bertemu guru yang lebih rapi, lebih kreatif, lebih inovatif, dan lebih menginspirasi. Sebab masa depan Jawa Timur ditentukan oleh guru yang terus bertumbuh dan tidak pernah berhenti belajar,” ujar Aries.
Ia menjelaskan terdapat tiga target utama yang harus dicapai pada tahun ajaran baru, yakni guru yang lebih kompeten, lebih kreatif, dan lebih siap menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.
Menurut Aries, masa libur sekolah bukan sekadar jeda kegiatan belajar mengajar, melainkan juga waktu untuk menyusun perangkat ajar, melakukan refleksi pembelajaran, memperkuat karakter pendidik, serta mempersiapkan tahun ajaran baru.
"Tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), perubahan karakter belajar siswa, hingga tuntutan metode pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna. Karena itu, guru dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi," katanya.
Selama masa persiapan tahun ajaran baru, lanjut dia, guru diminta melakukan pemetaan kemampuan awal siswa melalui tes diagnostik, menyusun program adaptasi peserta didik baru, memperkuat program literasi sekolah, serta menetapkan target capaian pembelajaran.
Dindik Jatim juga mendorong pelaksanaan pekan refleksi pembelajaran untuk mengevaluasi keberhasilan, tantangan, efektivitas metode pembelajaran, hingga menyusun rencana perbaikan pada tahun ajaran berikutnya.
"Hasil refleksi tersebut kemudian dituangkan dalam lembar refleksi guru, rencana perbaikan pembelajaran, dan target peningkatan kualitas belajar murid," ujar Aries.
Dalam menyiapkan pembelajaran tahun ajaran baru, guru diminta menyusun modul ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD), bank soal diagnostik, media pembelajaran digital, video pembelajaran pendek, serta proyek pembelajaran kontekstual.
Aries menambahkan, sejumlah topik yang perlu dipelajari guru meliputi deep learning, active learning, project based learning, teaching with AI, serta public speaking bagi guru.
Selain itu, Dindik Jatim juga menggulirkan Gerakan Satu Guru Satu Inovasi yang mendorong setiap guru menghasilkan minimal satu media pembelajaran baru, satu metode mengajar baru, satu video pembelajaran, dan satu proyek pembelajaran.
Di sisi lain, Dindik Jatim tetap memberlakukan sistem piket melalui Program SIKAP untuk merawat tanaman, perkebunan, dan perikanan sekolah serta mendokumentasikan perkembangannya secara berkala.
Melalui berbagai langkah tersebut, Dindik Jatim berharap guru dapat kembali ke sekolah dengan kesiapan yang lebih baik sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, bermakna, dan berdampak bagi peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Timur.
Pewarta: Willi IrawanUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.