Chiangrai (ANTARA) - Terowongan runtuh di area pembangunan jalur kereta api di Thailand utara telah merenggut dua korban jiwa serta menyebabkan dua orang terluka.
Otoritas setempat, dikutip Kantor Berita Thailand TNA-MCOT, pada Senin (22/6) di Chiang Rai menyebutkan hujan lebat diduga menjadi penyebab runtuhnya terowongan.
Insiden tersebut terjadi di area proyek terowongan Doi Luang yang merupakan jalur kereta baru di Provinsi Chiang Rai.
Otoritas mengidentifikasi satu korban jiwa adalah warga Thailand, sementara satu lainnya berasal dari Myanmar.
Gubernur Chiang Rai, Choocheep Pongchai, telah memeriksa area tersebut dan menjelaskan musibah itu diduga sebagai kecelakaan akibat hujan lebat berkepanjangan.
Menurut Gubernur, insiden tidak berdampak kepada struktur bangunan utama proyek jalur kereta.
Selain itu, insinyur pembangunan proyek menjelaskan hujan lebat telah melemahkan titik yang belum diperkuat di dinding terowongan sepanjang 3,4 kilometer itu. Pembangunan seksi di titik terowongan itu telah mencapai 75 persen.
Perusahaan kereta Api Thailand (SRT) meminta penundaan pekerjaan di area itu selama dua hari untuk memberi sejumlah pakar memeriksa kekuatan struktur bangunan dan menyimpulkan penyebab pasti insiden.
Perusahaan SRT menjelaskan kontraktor akan menyediakan kompensasi penuh dan jaminan kesehatan kepada korban kecelakaan.
Selain itu, Wakil Menteri Transportasi Thailand, Pattarapong Phataraprasit, mengatakan sejumlah otoritas terkait tengah menyelidiki apakah terdapat faktor teknis atau kelalaian yang menyebabkan keruntuhan.
Pembangunan proyek jalur kereta senilai 85,3 miliar baht (sekitar Rp46,38 triliun) itu dijadwalkan selesai pada Januari 2028.
Pewarta: Bayu PrasetyoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.