Magetan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur (Jatim) meluncurkan Program Bulan Periksa Mata tahun 2026 guna mencegah kasus gangguan penglihatan di kalangan masyarakat setempat, terutama anak sekolah.
Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro mengatakan peluncuran Bulan Periksa Mata 2026 dilakukan dengan melibatkan mitra yakni Yayasan Paramitra Indonesia dan I SEE untuk mendorong skrining serta sosialisasi kesehatan mata inklusif hingga ke tingkat desa dan sekolah.
"Dengan program ini diharapkan menjadi momentum Pemkab Magetan untuk menekan angka gangguan penglihatan, terutama pada anak sekolah," ujar Wakil Bupati Kang Suyatni saat kegiatan Diskusi Publik Kesehatan Mata dan Peluncuran Bulan Periksa Mata Magetan Tahun 2026 di Ruang Rapat Ki Mageti Magetan, Senin.
Menurut dia kesehatan mata merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui penglihatan yang sehat, masyarakat dapat belajar, bekerja, beraktivitas, maupun menikmati keindahan dunia di kehidupan.
"Karena itu, Pemkab Magetan sangat serius menekan kasus gangguan penglihatan di masyarakat, utamanya para pelajar," kata dia.
Direktur Yayasan Paramitra Indonesia Asiah Sugianti mengatakan bahwa program kesehatan mata tak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab dari Dinas Kesehatan.
"Melainkan juga menjadi tanggung jawab sosial dari berbagai pihak. Mulai dari Kemenag, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, maupun mitra terkait," kata Asisah.
Melalui bulan kesehatan mata, Dinkes bersama mitra akan melakukan deteksi dini pemeriksaan mata dengan mendatangi sasaran, baik di sekolah maupun desa-desa.
"Di sekolah, deteksi dini kesehatan mata dilakukan pada siswa dengan bangun sistem di sekolah. Jika ada temuan, maka anak dirujuk sesuai teknisnya tanpa menunggu puskesmas yang datang setahun sekali," katanya.
Ia ingin melalui program tersebut kasus gangguan penglihatan pada masyarakat, terlebih anak usia sekolah, dapat segera ditangani dan dicarikan solusi, sehingga gangguan mata yang bisa berdampak pada prestasi belajar dapat ditangani sedini mungkin.
Berdasarkan skrining Dinas Kesehatan Magetan, ditemukan 200 kasus mata minus atau refraksi dari 1.000 pemeriksaan, yang mayoritas diderita oleh anak-anak usia sekolah.
Peluncuran Bulan Periksa Mata 2026 dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat, kepala puskesmas, hingga kepala sekolah SD dan SMP se-Magetan, serta undangan.
Acara tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kacamata kepada siswa-siswi dan penyerahan piagam penghargaan kepada kecamatan dengan inovasi kesehatan mata. Di antaranya Kecamatan Plaosan, Maospati, Magetan, Kawedanan Bendo, Ngariboyo, Sidorejo, Barat, dan Karas.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.