Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menyatakan sertifikasi halal berperan penting dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui perluasan akses pasar serta peningkatan kepercayaan konsumen.

"Sebelum memiliki sertifikat halal, ruang gerak pemasaran UMKM relatif terbatas pada pasar tradisional atau lingkungan sekitar. Dengan adanya sertifikat halal, produk dapat masuk ke ritel modern dan memanfaatkan digitalisasi pasar," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lamongan Anang Taufiq di Lamongan, Senin.

Anang mengatakan pemerintah daerah setempat menyambut baik rencana program sertifikasi halal gratis bagi 500 ribu UMKM yang tengah disiapkan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) karena dinilai dapat mempercepat penguatan daya saing pelaku usaha di daerah.

Berdasarkan informasi yang diterima pihak dinas, saat ini pemerintah pusat masih mematangkan mekanisme pelaksanaan program tersebut yang rencananya akan diumumkan dalam agenda Pesta Wirausaha Nasional dan terintegrasi melalui aplikasi Sapa UMKM.

Selain membuka akses pasar yang lebih luas, lanjut Anang, sertifikasi halal juga menjadi instrumen penting dalam memperkuat daya saing produk karena memberikan jaminan mutu dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

"Dengan sertifikat halal, pelaku usaha dapat memenuhi tiga kriteria utama, yakni standar mutu nasional, kepercayaan atau trust dari konsumen, dan pengakuan regulasi yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar yang lebih luas," ujarnya.

Ia menambahkan dampak sertifikasi halal juga terlihat pada peluang ekspor UMKM Lamongan. Sejumlah produk juga telah menembus pasar luar negeri, di antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, kawasan Timur Tengah, Dubai, hingga Somalia.

Anang menyebut hingga saat ini lebih dari 2.000 UMKM di Lamongan telah memperoleh sertifikat halal melalui program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) yang difasilitasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

"Realisasi sertifikasi halal gratis di Lamongan sudah lebih dari 2.000 sertifikat yang terintegrasi melalui program Sehati dari BPJPH," katanya.

Sementara itu, Pengawas Jaminan Produk Halal BPJPH Ahli Pertama Kabupaten Lamongan Riska Delta Rahayu mengatakan pihaknya siap mendampingi pelaku UMKM apabila program sertifikasi halal gratis dari pemerintah pusat mulai dijalankan.

"Terkait program tersebut kami masih menunggu informasi lebih lanjut. Apabila nanti programnya sudah berjalan, kami siap mendampingi UMKM di Lamongan," katanya.

Menurut dia, pendampingan sertifikasi halal diperlukan agar semakin banyak UMKM mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menambahkan BPJPH pada tahun ini juga menyiapkan program fasilitasi sertifikasi halal gratis dengan kuota nasional lebih dari satu juta sertifikat bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan.



Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026