kemandirian dan kedaulatan politik itu tidak bisa dilepaskan dari kemandirian dan kedaulatan ekonomi.
Kediri (ANTARA) - Forum Gawagis Nusantara dan Majelis Kaum Muda NU Mataraman mendorong Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk membentuk baitul maal untuk menghimpun dan mengelola dana umat, sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi organisasi.
Koordinator Gawagis Nusantara Mataraman wilayah barat Nabil Hasbullah, Minggu mengatakan potensi ekonomi dari warga Nahdliyin sangat besar baik zakat maupun sedekahnya.
"Kalau ini memang nanti disetujui ada sebuah baitul maal yang mengatur tentang zakatnya Nahdliyin, kemudian bagaimana sedekahnya Nahdliyin. Ini dikelola dengan terpusat dan di tasarufkan dengan sebaik mungkin dengan nilai mekanisme-mekanisme yang bagus," katanya dalam keterangannya di Kediri.
Ia mengatakan potensi yang sebenarnya dimiliki warga NU sangat luar biasa, mengingat jumlah Nahdliyin yang banyak. Sehingga jika dana tersebut dikelola dengan baik dan maksimal akan ada potensi yang luar biasa.
Selain itu, ia juga menyoroti soal pendataan warga NU serta potensi ekonomi di daerah mereka. Dengan pendataan tersebut, potensi di daerah bisa dimaksimalkan.
"Jika dipetakan secara maksimal kan ini akan menjadi potensi-potensi dan kekuatan NU yang luar biasa," kata dia.
Sementara itu, perwakilan dari Majelis Kaum Muda NU Mataraman Rendra Setiawan menambahkan sumber daya NU yang luar biasa tersebut bisa menjadi satu kekuatan ekonomi yang nantinya bisa berdampak positif pada kemandirian soal sikap politik warga NU maupun PBNU.
"Ketika kemandirian ekonomi itu belum kita pegang, artinya kemandirian politik itu juga menjadi persoalan menjadi goyah," kata dia.
Ia menambahkan, forum menyuarakan bagaimana bahwa kemandirian dan kedaulatan politik itu tidak bisa dilepaskan dari kemandirian dan kedaulatan ekonomi.
Salah satunya adalah bagaimana kapitalisasi kekuatan NU secara terpusat dan kemudian didistribusikan secara adil kepada masyarakat.
Ia berharap berbagai masukan yang diberikan oleh Forum Gawagis Nusantara dan Majelis Kaum Muda NU Mataraman ini bisa menjadi salah satu bahan yang dibahas dalam Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.