Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menghadirkan agenda baru pada peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, yakni Kirab Panji Persatuan, yang rencananya akan dijadikan tradisi dalam setiap peringatan pada 20 Juni, di wilayah setempat.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menyatakan Kirab Panji Persatuan yang baru pertama kali digelar kali ini bertujuan untuk membangkitkan kembali cerita asal usul Kota Madiun.
"Madiun itu punya cerita. Cerita itu harus kita angkat agar dikenal, sehingga ini coba kita hadirkan sekaligus memberikan nyawa perjuangan di awal pembukaan," ujar Plt Wali Kota Bagus saat memimpin gelaran Kirab Panji Persatuan peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu.
Proses Kirab Panji Persatuan digelar tepat pukul 00.00 WIB pada Sabtu dari area Bakorwil Madiun menuju Balai Kota Madiun. Iring-iringan Kirab Panji Persatuan diawali oleh pemeran tokoh Raden Ayu Retno Dumilah, putri dari pendiri dan penguasa Madiun Ronggo Djumeno (Pangeran Timur) yang kemudian juga menjabat sebagai Bupati Purboyo (Madiun) ke 2.
Iringan pasukan kirab dilanjutkan petugas korps musik, pembawa obor rangkaian hari jadi "Madiun Berkilau", pembawa bendera Pataka, bendera Panji Pendekar perguruan pencak silat di Madiun, serta 108 pasukan di urutan belakang.
Setelah arakan kirab sampai di balai kota, kegiatan berlanjut pada prosesi inti yakni penghormatan kepada lambang daerah Kota Madiun, ikrar damai pendekar 14 perguruan pencak silat, doa lintas agama, pemotongan tumpeng, dan penyalaan obor api Madiun Berkilau.
Bagus menjelaskan api obor tersebut merupakan simbol perjuangan para pendahulu sekaligus pengingat generasi sekarang bahwa perjuangan mewujudkan Kota Madiun yang sejahtera tak pernah berhenti berkobar.
"Karenanya, api obor Madiun Berkilau juga akan terus menyala selama sebulan penuh ke depan selama rangkaian hari jadi berlangsung," katanya.
Ia berharap api tersebut dapat menjadi pengingat untuk terus bersemangat menjadikan Kota Madiun yang lebih baik lagi ke depannya.
Menurutnya, usia 108 bukan hanya angka, melainkan simbol perjuangan para pendahulu yang dikemas melalui obor api Madiun Berkilau.
"Ini sekaligus menjadi pengingat akan semangat kita semua yang tidak boleh berhenti berkobar untuk Kota Madiun yang lebih baik ke depan," tegas Bagus.
Ia menilai masih banyak perjuangan yang harus dilakukan di era Madiun saat ini, di antaranya mengentaskan kemiskinan, pengangguran, stunting, dan kasus kesehatan lainnya yang perlu penanganan bersama.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.