Malang Raya (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika Kota (Diskominfo) Malang, Jawa Timur, melindungi pelajar Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 di daerah itu dari konten negatif, seperti judi online (judol) dan hoaks dengan menggagas program edukasi Sinau Perkuat Literasi Digital (SAPULIDI).
"SAPULIDI memiliki makna spirit sapu yang menyapu hal negatif, dalam hal konteks ini adalah judol, hoaks, dan lain-lain. Ini (SAPULIDI) merupakan bagian dari penguatan literasi digital pelajar Sekolah Rakyat," kata Kepala Diskominfo Kota Malang Nur Widianto, di Kota Malang, Jumat.
Widianto menyampaikan bahwa program itu difokuskan untuk memberikan pemahaman tentang dampak bahaya dari paparan konten negatif.
Konsep pada SAPULIDI diharapkan mampu membentuk pola pikir kritis dan sikap bijak para pelajar SRMP 16 Kota Malang saat memanfaatkan perangkat teknologi informasi secara bertahap.
"Pelajar Sekolah Rakyat membutuhkan sarana prasarana penunjang, sehingga kami perlu hadir sesuai dengan kapasitas yang ada," ujarnya.
Diskominfo Kota Malang juga memasukkan materi dasar tentang coding, pemahaman terhadap kecerdasan buatan (AI), hingga persandian keamanan ke dalam program edukasi SAPULIDI.
Menurutnya, materi yang dihadirkan begitu penting karena akan membangun fondasi skill pelajar Sekolah Rakyat agar mereka bisa lebih siap ketika nantinya memilih menempuh pendidikan lanjutan yang fokus pada teknologi informasi.
Ia berharap strategi ini mampu berdampak pada kehidupan para pelajar SRMP 16 di masa depan, khususnya bagi siswa-siswi yang mempunyai cita-cita bekerja di bidang industri kreatif maupun lembaga keamanan negara.
Diskominfo Kota Malang pun berkomitmen menggencarkan SAPULIDI dengan terus menguatkan komunikasi bersama jajaran di SRMP 16, khususnya menyangkut penyesuaian jadwal pelaksanaan program.
"Pelaksanaan pertama Kamis (18/6), tetapi sementara ini kami belum bisa menetapkan satu minggu diselenggarakan berapa kali, karena harus berkomunikasi dengan kepala sekolah kapan bisa masuk lagi," tutur dia.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.