Ada kelebihan sebanyak 169 orang untuk calon siswa SMP dan sebanyak 97 orang untuk calon siswa SMA. Kalau calon siswa SD, sesuai kuota

Sampang (ANTARA) - Pendaftaran calon siswa Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur untuk tahun pelajaran 2026-2027 melebihi kuota yang telah ditetapkan pihak sekolah.

"Berdasarkan laporan yang kami terima hari ini, total jumlah calon siswa sebanyak 199 orang," kata Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Kabupaten Sampang Muhammad Nasrun di Sampang, Senin malam.

Ia menjelaskan, jumlah calon siswa sebanyak 199 orang itu untuk jenjang pendidikan tingkat SMP, sedangkan untuk calon siswa tingkat SMA terdata sebanyak 127 orang.

"Ada kelebihan sebanyak 169 orang untuk calon siswa SMP dan sebanyak 97 orang untuk calon siswa SMA. Kalau calon siswa SD, sesuai kuota," kata Nasrun..

Ia menjelaskan, kuota yang ditetapkan untuk siswa SR Sampang pada tahun pelajaran 2026-2027 itu sebanyak 90 orang, dengan perincian sebanyak 30 orang untuk siswa tingkat SD, SMP dan SMA.

Nasrun menjelaskan, dari kuota 90 siswa untuk tingkat SMP dan SMA, pemeringkatan akan memprioritaskan warga yang masuk dalam kategori desil satu atau miskin ekstrem serta desil dua variabel tambahan seperti anak yatim piatu dan anak terlantar untuk menjadi penentu utama kelolosan.

"Karena calon siswa melebihi ketentuan, maka tentu kami akan melakukan pilihan, atau peringkat prioritas dari desil satu miskin ekstrem, dan desil dua, kemudian ditambahkan dengan variable kelompok paling rentan yaitu yatim piatu dan anak terlantar," katanya.

Untuk memastikan calon siswa tepat sasaran, Ketua Tim Penjangkauan SDM PKH Sampang, Moh. Hakim menyampaikan pihaknya tengah menganalisis data tingkat ekonomi calon siswa dengan BPS setempat untuk mendukung pemeringkatan.

Sebelum penetapan nanti, kami akan turun ke lapangan untuk verifikasi final melakukan kunjungan ke rumah calon siswa," ujarnya.

Menurut Hakim, tim gabungan dijadwalkan akan turun langsung melakukan peninjauan ke rumah-rumah calon siswa.

"Mulai besok, tim kami menerjunkan ke lapangan untuk mendatangi secara langsung rumah-rumah calon siswa sebelum diputuskan apakah diterima atau tidak," katanya.

Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah untuk memberikan akses pendidikan formal gratis dan berasrama kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera atau miskin ekstrem.

Program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan dan memastikan setiap anak memiliki kesempatan setara untuk belajar dan meraih cita-cita.

Seluruh biaya sekolah, asrama, makan, dan perlengkapan belajar ditanggung penuh oleh pemerintah.

Program ini sebagai bagian dari upaya pemerintahan untuk mengentaskan kemiskinan secara terpadu.

Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada pendidikan tetapi juga terintegrasi dengan layanan program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga jaminan kesehatan untuk siswa beserta keluarganya.(*)

 

 



Pewarta: Abd Aziz
Editor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026