Sumenep (ANTARA) - Kodim 0827 Sumenep, Jawa Timur membantu mengatasi kekeringan dan kekurangan air bersih warga yang melanda sejumlah desa di wilayah itu dengan melakukan pengeboran.

Salah satunya seperti yang dilakukan di Pondok Pesantren Istikmal, Dusun Pakotan, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.

"Saat ini ketersediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan santri di pondok pesantren tersebut telah terpenuhi, setelah kami melakukan pengeboran dan menemukan sumber mata air untuk kebutuhan para santri," kata Komandan Kodim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada di Sumenep, Senin.

Ia menjelaskan, Pondok Pesantren Istikmal merupakan salah satu pondok pesantren yang kesulitan air bersih saat musim kemarau seperti sekarang ini.

Pihak pesantren terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan para santri ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sumenep.

"Karena itu, kami turun tangan untuk meringankan beban pesantren dengan melakukan pengeboran," katanya.

Dandim menuturkan, Mabes TNI memiliki program khusus guna membantu warga yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih yang diberi nama 'TNI Manunggal Air'.

Menurut Dandim, program tersebut merupakan program strategis yang diinisiasi oleh TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang bertujuan untuk menyediakan akses air bersih bagi masyarakat di berbagai wilayah yang mengalami kesulitan air.

Program ini direalisasikan melalui pembangunan fasilitas fisik seperti sumur bor, pipanisasi, dan tandon air.

"Tujuan utama program ini mengatasi kesulitan masyarakat, mencegah stunting, serta mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan air yang memadai," katanya.

Wilayah sasaran program tersebut difokuskan pada daerah-daerah terpencil, pulau terluar, dan wilayah kering yang sulit dijangkau oleh infrastruktur air konvensional dengan cakupan Komando Daerah Militer (Kodam) di seluruh wilayah Indonesia.

"Pengeboran di Pesantren Istikmal ini sukses setelah kami melakukan pengeboran di kedalaman sekitar 50 meter, dan saat ini sudah bisa dimanfaatkan," katanya.

Menurut Dandim, saat ini tim melaksanakan pemasangan casing pipa dan pompa submersible. Hasil uji coba menunjukkan air keluar dalam kondisi jernih dengan debit yang melimpah.

Sumber air tersebut diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan sekitar 100 Kepala Keluarga (KK), serta mendukung kebutuhan santri dan aktivitas di lingkungan Pondok Pesantren Istikmal.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Kecamatan Pasongsongan, merupakan satu dari 10 kecamatan terdampak kekeringan di Kabupaten Sumenep pada musim kemarau kali ini.



Pewarta: Abd Aziz
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026