Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur menyatakan proyek rehabilitasi infrastruktur jalan di Pasar Induk Gadang yang menjadi bagian dari penataan kawasan pasar tersebut ditargetkan selesai dalam kurun waktu 172 hari, terhitung sejak 15 Juni 2026.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di Pasar Induk Gadang, mengatakan, ketepatan penyelesaian perbaikan jalan di Pasar Gadang begitu penting karena lokasi itu merupakan salah satu kawasan perekonomian penting, sekaligus akses penghubung ke wilayah Bumiayu yang menjadi titik perbatasan antara Kota Malang dengan Kabupaten Malang.
"Kami sudah memulai pengerjaan untuk jalan ke arah Bumiayu ini dalam rangka memperlancar akses di Pasar Gadang dan kalau sesuai dengan SPK selesainya 172 hari, artinya di akhir November 2026 untuk dua ruas," kata Wahyu.
Meski ditargetkan tuntas dalam 172 hari, Wahyu berkeinginan agar proses rehabilitasi jalan selesai 150 hari. Sedangkan, 22 hari sisanya dipergunakan untuk tahap evaluasi.
"Apabila nanti ada pekerjaan yang belum beres dan lain-lain, masih ada interval waktu untuk menyelesaikan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto, menjelaskan terdapat dua pengerjaan fisik proyek di lokasi itu, yakni drainase dan fisik.
Proses pengerjaan pada tahap pertama ini difokuskan terlebih dahulu ke drainase dengan dimensi 1 meter x 1 meter.
Setelah proses selesai, maka selanjutnya baru menyasar rehabilitasi fisik jalan dengan total panjang Jalan Pasar Gadang ke Bumiayu mencapai 674 meter.
Keseluruhan nilai proyek mencapai Rp14,9 miliar menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
"Kalau khusus Jalan Pasar Gadang saja sepanjang 574 meter. Anggarannya, Rp12 sekian miliar dan kemudian untuk yang di Jalan Pasar Gadang itu Rp2 sekian miliar," ucap dia.
Konsep pengerjaan, kata dia, dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB, tapi apabila kondisi dinilai memungkinkan maka bisa dilanjutkan hingga pukul 22.00 WIB.
Agar proyek tersebut tak mengganggu arus lalu lintas, pengerjaan akan dilakukan dengan konsep buka tutup.
"Jadi separuh (badan jalan) dikerjakan dulu setelah selesai dilanjutkan ke sisi satunya sehingga tetap memberikan akses melintas," tutur dia.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.