Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan akan mendirikan posko pantau di sejumlah titik untuk menjaga kondusivitas selama rangkaian kegiatan bulan Suro dan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di daerah setempat.
Komandan Kodim 0812 Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo mengatakan pendirian posko tersebut merupakan bagian dari langkah bersama yang disiapkan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung.
"Kabupaten Lamongan adalah rumah kita bersama. Menjelang malam Tahun Baru Islam dan berbagai kegiatan bulan Suro, kita harus satu suara, satu persepsi, dan satu tindakan," katanya usai menggelar rapat koordinasi sinergitas di Lamongan, Jawa Timur, Senin.
Ia menjelaskan posko pantau akan ditempatkan di sejumlah jalur mobilisasi massa dan lokasi kegiatan masyarakat selama bulan Suro guna memudahkan pemantauan serta koordinasi pengamanan.
Selain pendirian posko, rapat tersebut juga menyepakati penyamaan pola tindak dan strategi pengamanan yang melibatkan TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya.
Peran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) juga akan dioptimalkan melalui deteksi dini dan pendekatan persuasif kepada masyarakat untuk mencegah potensi gesekan di wilayah masing-masing.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi komitmen seluruh pihak, termasuk perguruan silat, yang terlibat dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Suro.
Menurut dia, kondusivitas daerah merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan perguruan silat.
"Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan bulan Suro dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar. Mari bersama-sama menjaga persaudaraan serta saling menghormati demi menjaga Lamongan tetap kondusif," katanya.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan juga mengajak organisasi kemasyarakatan dan perguruan silat berperan aktif menjaga ketertiban dengan mengendalikan anggotanya selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan perguruan silat menandatangani ikrar dan maklumat damai sebagai bentuk komitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Lamongan.
Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman menegaskan pihaknya akan menindak setiap pelanggaran hukum yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Setiap pelanggaran hukum akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan anggota perguruan silat untuk menjaga persaudaraan serta tidak mudah terprovokasi," katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar melalui media sosial dan berpotensi memicu keresahan.
Rapat koordinasi yang diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta perwakilan perguruan silat tersebut digelar sebagai upaya memperkuat sinergi pengamanan menjelang berbagai agenda masyarakat pada bulan Suro.
Pewarta: Alimun KhakimEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.