Lamongan (ANTARA) - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengajak aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha, dan masyarakat berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 guna mendukung penyediaan data yang akurat sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan daerah.

"Melalui Sensus Ekonomi 2026 ini semua harus tercatat, semua harus terdata. Pemerintah Kabupaten Lamongan akan memperoleh data yang lebih lengkap mengenai pelaku usaha, perkembangan ekonomi digital, sektor unggulan daerah, serta berbagai potensi ekonomi yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran," katanya usai pelepasan petugas Sensus Ekonomi 2026 di Lamongan, Jawa Timur, Senin.

Menurut dia, kebutuhan terhadap data ekonomi yang rinci dan mutakhir semakin penting di tengah perubahan struktur ekonomi, perkembangan teknologi digital, munculnya model usaha baru, serta dinamika ekonomi global.

Ia menegaskan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya menjadi tanggung jawab Badan Pusat Statistik (BPS), melainkan memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat sebagai responden.

Yuhronur yang menjadi responden pertama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Lamongan, juga meminta para petugas sensus menjaga integritas, akurasi, dan profesionalisme selama proses pendataan.

"Terkhusus kepada 1.258 petugas sensus yang hari ini dilepas, saya berpesan agar senantiasa memegang teguh integritas, akurasi, dan profesionalisme karena kualitas data yang dihasilkan akan menjadi dasar pengambilan keputusan pembangunan daerah," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Yuhronur juga menyampaikan kinerja perekonomian Lamongan menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 4,8 persen pada 2024 menjadi 5,40 persen pada 2025 dan kembali tumbuh 10,79 persen secara kuartalan quarter-to-quarter/q-to-q) pada triwulan I 2026.

Selain itu, tingkat kemiskinan di Lamongan turun dari 12,16 persen pada 2024 menjadi 12,03 persen pada 2025. Sementara angka kemiskinan ekstrem menurun dari 0,61 persen menjadi 0,26 persen pada periode yang sama.

Kepala BPS Lamongan Hermanto mengatakan Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali bertujuan menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi secara lengkap, rinci, dan mutakhir sebagai landasan perencanaan pembangunan nasional maupun daerah.

Ia menjelaskan pendataan mencakup jumlah usaha yang beroperasi, tenaga kerja yang diserap, pendapatan dan pengeluaran usaha, nilai aset, keuntungan usaha, hingga potensi usaha baru yang berkembang di masyarakat.

"Melalui data tersebut pemerintah dapat melihat secara lebih akurat sektor ekonomi yang tumbuh, sektor yang membutuhkan dukungan, serta peluang investasi yang dapat dikembangkan di Kabupaten Lamongan," katanya.

Ia menambahkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Lamongan melibatkan 1.258 petugas yang terdiri atas 1.108 petugas pendataan lapangan dan 150 petugas pemeriksa lapangan yang tersebar di seluruh kecamatan.



Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026