Madiun (ANTARA) - Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto meminta seluruh perguruan pencak silat di Madiun Raya memegang komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama peringatan Malam 1 Suro atau 1 Muharam 1448 Hijriah.

Sebanyak 983 personel gabungan diterjunkan dalam Operasi Aman Suro 2026 yang berlangsung pada 15-19 Juni, 25-28 Juni, dan 11 Juli 2026 untuk mengamankan rangkaian kegiatan tersebut.

"Seluruh perguruan pencak silat di Madiun Raya kami imbau mematuhi komitmen yang telah dibangun bersama untuk menjaga kondusivitas daerah. Jika masih ada yang melakukan pelanggaran atau kericuhan, kepolisian akan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan," kata Wiwin usai Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Suro 2026 di Alun-Alun Kota Madiun, Senin.

Personel yang dilibatkan berasal dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta petugas keamanan internal perguruan pencak silat.

Menurut Wiwin, Operasi Aman Suro 2026 bertujuan mencegah terjadinya konflik antarpesilat yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat dan stabilitas keamanan daerah.

Ia mengatakan tidak ada titik yang dianggap lebih rawan dibanding wilayah lain karena seluruh kawasan di wilayah hukum Polres Madiun Kota mendapat perhatian dan pengamanan yang sama.

Polres Madiun Kota juga telah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Madiun, TNI, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama rangkaian kegiatan Bulan Suro.

Operasi tersebut difokuskan pada pengamanan agenda sejumlah perguruan pencak silat, antara lain Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), PSHW Tunas Muda, dan OCC Pangastuti.

"TNI, Polri, Forkopimda, dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memastikan kegiatan Suroan dan Suran Agung di Madiun dan sekitarnya berlangsung aman dan damai," katanya.

Selain pengamanan di lapangan, kepolisian juga memperkuat patroli siber untuk mengantisipasi penyebaran provokasi maupun informasi yang menimbulkan keresahan melalui media sosial.

"Kami akan menindak setiap pihak yang menyebarkan provokasi atau menimbulkan rasa takut di masyarakat melalui media sosial," ujar Wiwin.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan apel gelar pasukan menjadi wujud kesiapan seluruh unsur dalam mengamankan agenda tahunan yang menjadi perhatian masyarakat Madiun Raya.

Bupati Madiun Hari Wuryanto berharap seluruh rangkaian kegiatan Bulan Suro dapat berlangsung aman dan damai serta memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

"Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah hadir bersama masyarakat untuk mewujudkan Aman Suro di Kabupaten dan Kota Madiun sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan memberi manfaat bagi perekonomian daerah," kata Hari.

Seperti diketahui, saat bulan Suro atau memasuki Tahun Baru Islam terdapat agenda tahunan yang dilakukan oleh sejumlah perguran pekcak silat di Madiun. Kegiatan tersebut di antaranya dilakukan oleh Perguruan Pecak Silat Persaudaraan setia Hari Tertae (PSHT) dengan agenda pengesahan warga (anggota), Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda dengan agenda Suran Agung, serta pengesahan angoota baru perguruan OCC Pangastuti.

Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Suro 2026 turut dihadiri Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun, Bupati Madiun Hari Wuryanto, Ketua DPRD Kota Madiun Armaya, jajaran TNI-Polri, personel pengamanan, dan perwakilan perguruan pencak silat.
 



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026