Passing grade bisa di atas 70 persen untuk angkatan pertama. Alhamdulillah, ini menjadi lulusan dengan penerimaan perguruan tinggi terbaik se-Kabupaten Kediri, bahkan mampu mengungguli beberapa daerah lain.

Surabaya (ANTARA) - SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School meraih 73,21 persen siswa berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi dan menjadikan sekolah berasrama gratis tersebut sebagai salah satu yang memiliki tingkat kelulusan PTN terbaik di Kabupaten Kediri.

"Passing grade bisa di atas 70 persen untuk angkatan pertama. Alhamdulillah, ini menjadi lulusan dengan penerimaan perguruan tinggi terbaik se-Kabupaten Kediri, bahkan mampu mengungguli beberapa daerah lain," kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui keterangan yang diterima di Surabaya, Senin.

Menurutnya capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan program pendidikan gratis yang digagas Pemerintah Kabupaten Kediri untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sebanyak 126 siswa angkatan pertama secara resmi dilepas dalam acara kelulusan yang berlangsung di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Minggu (14/6).

Hanindhito menjelaskan, peningkatan capaian tersebut menjadi lompatan besar dibandingkan kondisi awal. 

Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, persentase siswa yang berhasil masuk perguruan tinggi negeri meningkat dari sekitar 32 persen menjadi 73,21 persen.

Dari 126 siswa, sebanyak 56 siswa mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Hasilnya, 41 siswa atau 73,21 persen dinyatakan lolos. Selain itu, 10 siswa diterima melalui jalur prestasi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Secara keseluruhan, tercatat 101 siswa berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Program SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School yang mulai berjalan pada 2023 merupakan salah satu program unggulan Pemkab Kediri di bidang pendidikan. Seluruh biaya pendidikan siswa ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Para peserta didik berasal dari keluarga Desil 1, yakni kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi paling membutuhkan. Sebagian besar orang tua siswa bekerja sebagai buruh tani, pedagang kecil, maupun pekerja serabutan.

Menurut Hanindhito, keberhasilan para siswa menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.

"Tiga tahun lalu mereka mungkin belum memiliki gambaran untuk melanjutkan sekolah. Namun setelah ditempa selama tiga tahun, hari ini mereka membuktikan mampu bersaing dan menjadi calon mahasiswa baru," ujarnya.

Bupati Kediri juga mengapresiasi dukungan Putra Sampoerna Foundation (PSF) serta berbagai pihak yang turut membantu pengembangan sekolah tersebut.

Ia menegaskan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School akan tetap dipertahankan sebagai sekolah khusus bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan tidak diarahkan menjadi sekolah komersial.

Salah satu lulusan, Aditya Wahyu Pratama, berhasil diterima di Fakultas Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (FTI ITB) setelah melalui proses belajar dan perjuangan panjang.

"Awalnya saya merasa masih kurang, tetapi saya terus mengejar impian walaupun terasa mustahil," kata Aditya.
 



Pewarta: Faizal Falakki
Editor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026