Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyambut Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dengan upacara kehormatan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, dalam rangka kunjungan kenegaraan ke Indonesia.

Berdasarkan pantauan daring dari Jakarta, iring-iringan kendaraan yang membawa Presiden Steinmeier dikawal 17 personel pasukan motoris Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan Paspampres dan 120 pasukan berkuda Batalyon Kavaleri Paspampres dari Jalan Medan Merdeka Utara menuju Istana Merdeka.

Sekelompok pelajar turut menyambut kedatangan kedua kepala negara dengan melambaikan bendera kecil Indonesia dan Jerman di sepanjang jalan sekitar Istana Merdeka.

Upacara penyambutan diawali dengan pengumandangan lagu kebangsaan Jerman dan Indonesia Raya yang disertai dentuman meriam kehormatan sebagai penghormatan bagi tamu negara.

Setelah itu, Presiden Prabowo dan Presiden Steinmeier melakukan inspeksi pasukan kehormatan.

Turut hadir dalam penyambutan tersebut Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Menurut agenda, Presiden Prabowo dan Presiden Steinmeier akan menggelar pertemuan bilateral untuk membahas sejumlah isu strategis.

Presiden Steinmeier juga dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta melalui Terowongan Silaturahmi serta berdiskusi dengan komunitas intelektual dan peneliti Indonesia.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pemimpin akan membahas penguatan kerja sama ekonomi Indonesia-Jerman dan perluasan program pertukaran tenaga kerja terampil antara kedua negara.

Sebelumnya, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste pada Jumat (12/6) menyatakan bahwa kunjungan Presiden Steinmeier membawa agenda penguatan hubungan bilateral.

Menurut Beste, kunjungan itu didorong oleh keinginan Jerman untuk memperkuat kemitraan dengan negara-negara berkembang yang memiliki peran penting, termasuk Indonesia.

Ia menambahkan Indonesia merupakan mitra strategis bagi Jerman di Asia Tenggara karena posisinya sebagai negara terbesar di kawasan tersebut.



Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026