Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan generasi Qurani yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan memiliki budaya literasi yang baik menjadi kunci peningkatan daya saing bangsa di tengah perubahan global yang berlangsung semakin cepat.

"Perubahan zaman bergerak begitu cepat dan menghadirkan berbagai tantangan baru. Dalam situasi seperti ini kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, dan fondasi moral yang kokoh. Karena itulah pendidikan Al Quran menjadi sangat penting sebagai bekal menghadapi masa depan," ujar Khofifah saat menghadiri Gebyar Prestasi Al Quran dan Wisuda Tartil Tahfidz Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama (NU) Khadijah Surabaya di Gedung ICBC Surabaya, Minggu.

Menurut Khofifah, pembangunan kualitas sumber daya manusia tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual maupun penguasaan ilmu pengetahuan. Bangsa Indonesia membutuhkan generasi yang mampu memadukan kecakapan akademik dengan kekuatan moral dan spiritual.

"Karena daya saing tanpa karakter akan kehilangan arah, sedangkan kemajuan tanpa moralitas akan kehilangan makna," ujarnya.

Ia mengatakan semangat tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Gebyar Prestasi Al Quran dan Wisuda Tartil Tahfidz Yayasan Khadijah yang diikuti 866 peserta dari jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), pondok pesantren, hingga unit sosial.

Khofifah menilai kegiatan itu menunjukkan komitmen Yayasan Khadijah dalam membangun ekosistem pendidikan yang memadukan penguasaan ilmu pengetahuan dengan pembentukan akhlakul karimah serta kecintaan terhadap Al Quran.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus, ustadz, dan ustadzah Yayasan Khadijah yang konsisten membimbing peserta didik mencintai, memahami, menghafal, serta mengamalkan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Kepada para wisudawan dan wisudawati, Khofifah berpesan agar tidak berhenti pada capaian menghafal Al Quran, tetapi juga menjaga hafalan dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Khofifah mengajak generasi muda membangun budaya literasi yang kuat. Menurutnya, pesan tersebut telah diajarkan Al Quran melalui wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yakni Iqra'.

"Ayat pertama yang turun adalah Iqra', yang mengintroduksi pentingnya literasi. Literasi itu tidak sekadar membaca, tetapi juga mencerdaskan dan melakukan pengayaan. Ini menjadi bagian penting untuk menerjemahkan lebih luas bagaimana ayat pertama yang turun, Iqra', sesungguhnya mengajarkan pentingnya literasi," katanya.

Khofifah menegaskan penguatan budaya literasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Generasi yang dekat dengan Al Quran sekaligus memiliki budaya literasi yang baik akan lebih siap menghadapi perubahan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari sejauh mana lulusan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Para wisudawan dan wisudawati tartil tahfidz, kata dia, merupakan aset bangsa yang kelak berperan dalam berbagai bidang kehidupan.

"Mereka adalah calon pemimpin masa depan, calon akademisi, profesional, pengusaha, birokrat, ulama maupun tokoh masyarakat yang akan ikut menentukan arah perjalanan bangsa," katanya.

Khofifah berharap sinergi keluarga, sekolah, organisasi keagamaan, masyarakat, dan pemerintah dalam pendidikan karakter terus diperkuat sehingga lahir generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri serta nilai-nilai luhur bangsa.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026