Sidoarjo (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono meminta penguatan upaya pencegahan penyakit tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Salam keterangannya di Sidoarjo, Minggu, Bambang menilai upaya pencegahan harus diperkuat melalui edukasi masyarakat, deteksi dini, hingga pengendalian faktor lingkungan yang berpotensi memperburuk kesehatan warga.

"‎Langkah yang selama ini dilakukan jajaran puskesmas di Sidoarjo patut diapresiasi karena telah aktif melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat, termasuk menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk mendeteksi TBC maupun HIV sejak dini," katanya.

‎Ia juga melihat puskesmas sudah melakukan langkah yang sangat positif dengan turun ke masyarakat, memberikan pemeriksaan gratis, bahkan mendatangi pasien untuk memastikan pengobatan berjalan dengan baik.

"Ini harus terus didukung agar penderita TBC maupun HIV bisa diobati dan sembuh," katanya saat meninjau layanan kesehatan di wilayah Krian.

‎Ia mengatakan, penguatan pemahaman masyarakat mengenai cara penularan, pencegahan, dan pentingnya pengobatan harus dilakukan jangan sampai kasus yang ada justru menularkan kepada masyarakat lain karena kurangnya informasi.

‎Selain faktor perilaku dan edukasi, ia juga menyoroti aspek lingkungan yang dinilai berpengaruh terhadap kasus gangguan pernapasan, termasuk TBC.

Menurut dia, Sidoarjo merupakan kawasan dengan aktivitas industri yang sangat padat serta dilintasi jalur transportasi utama yang menghasilkan emisi cukup tinggi.

‎"Sidoarjo memiliki lebih dari 900 industri besar dan aktivitas transportasi yang sangat padat. Ini tentu harus menjadi perhatian bersama karena kualitas udara juga mempengaruhi kesehatan masyarakat," katanya.

‎Untuk itu, ia mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Perindustrian agar melakukan pengawasan ketat terhadap emisi industri sehingga seluruh perusahaan mematuhi standar baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan.

‎"Kita ingin memastikan tidak ada industri yang membuang emisi melebihi ambang batas. Pengawasan harus dilakukan secara berkala agar kualitas udara tetap terjaga," tutur dia.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026