…ajang bergengsi ini untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak agar bisa melestarikan budaya daerah
Surabaya (ANTARA) - Para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 (SRT 5) Ponorogo, Jawa Timur ikut ambil bagian dalam ajang bergengsi Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI 2026 sebagai peran aktif dalam menjaga dan melestarikan budaya Nusantara.
"Kami dari Reog Garudo Djoyo Manggolo SRT 5 Ponorogo mengikutsertakan siswa kami di ajang bergengsi ini untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak agar bisa melestarikan budaya daerah," kata Kepala SRT 5 Ponorogo, Devit Tri Candrawati, melalui keterangan yang diterima di Surabaya, Minggu.
Penampilan puluhan siswa SRT 5 Ponorogo yang merupakan hasil kolaborasi dengan Dewan Kesenian Ponorogo itu juga merupakan upaya memperkenalkan identitas dan karakter khas dalam rombongan reog.
Untuk menyuguhkan penampilan yang maksimal bersama 17 penari jathil lainnya, siswi kelas 1 SRT 5 Ponorogo ini harus menjalani latihan intensif setiap hari selama dua bulan.
Salah satu penampil, Virda Amalia mengaku bangga dapat berkontribusi di ajang seni dan budaya berskala nasional.
"Harapan saya bisa melestarikan reog sampai selamanya, justru saya ingin membawa reog Ponorogo ke luar negeri," katanya.
Virda juga bersyukur mendapatkan pengalaman berharga kali ini berkat bergabung di sekolah rakyat. Sebagai anak petani dan anak kedua dari tiga bersaudara, Ia mengaku memperoleh fasilitas pendidikan yang baik di Sekolah Rakyat.
Seluruh biaya pendidikan di sekolah tersebut gratis sehingga sangat membantu kondisi ekonomi keluarganya.
Sementara itu, sekitar 60 peserta dari berbagai daerah ikut ambil bagian dalam Festival berlangsung mulai tanggal 11 hingga 14 Juni 2026, di Alun-Alun Kabupaten Ponorogo ini.
Hadir dalam kesempatan ini Tenaga Ahli Menteri Sosial Fajar WH, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, dan penyuluh sosial muda Pusdiklatbangprof Amin Suaedi, yang menyaksikan langsung kebolehan para siswa membawakan tarian kolosal.
Pewarta: Faizal FalakkiEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.