Madiun (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus mendorong penguatan mitra kelompok petani hutan di wilayahnya dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.
Ia mengatakan Jawa Timur menjadi provinsi dengan luasan perhutanan sosial terbesar di Indonesia yang mencapai hampir 30 persen dari total nasional. Tidak hanya itu, nilai transaksi ekonomi dari sektor perhutanan sosial di Jawa Timur juga menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain di Indonesia.
"Di Jawa Timur sekitar 62 persen kopi didukung oleh sektor perhutanan sosial. Bahkan secara nasional, sekitar 60 persen sektor kopi juga di-support oleh perhutanan sosial," ujar Khofifah saat membuka Jambore Perhutanan Sosial Jatim 2026 di Alun-Alun Reksogati, Caruban, Kabupaten Madiun, Sabtu malam.
Menurut Khofifah, capaian tersebut harus terus diperkuat melalui peningkatan akses bagi Kelompok Tani Hutan untuk mengembangkan usaha agroforestri, terutama komoditas kopi.
Ia menilai penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar. Nilai tambah produk tidak lagi bertumpu pada penjualan bahan mentah, melainkan melalui hilirisasi yang didukung teknologi, pendampingan akademisi, serta kerja sama dengan sektor industri.
"Kalau sudah ada intervensi teknologi, pendampingan perguruan tinggi, dan kemitraan dengan dunia usaha, maka hilirisasi bisa dikembangkan sehingga produk memiliki nilai tambah yang lebih tinggi," katanya.
Jambore Perhutanan Sosial Jatim 2026 di Kabupaten Madiun mengusung tema "Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera". Ajang tersebut menjadi wadah konsolidasi para pelaku perhutanan sosial, Kelompok Tani Hutan (KTH), perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah daerah dalam memperkuat pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi dalam pengembangan perhutanan sosial.
Salah satu penerima penghargaan adalah Bupati Madiun Hari Wuryanto yang menerima penghargaan kategori Kepala Daerah Terbaik dalam Pendampingan Perhutanan Sosial berdasarkan tugas yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden tentang Perencanaan Terpadu Percepatan Pengelolaan Perhutanan Sosial.
Bupati Hari Wuryanto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Madiun sebagai tuan rumah Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026.
"Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan, serta memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah," kata Hari Wur.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.