Magetan (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan menggencarkan promosi wisata sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah setempat dalam rangka momentum libur sekolah yang berlangsung pada bulan Juni-Juli 2026.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disbudpar Magetan Yosef Cahyo Wibawanto di Magetan, Sabtu mengatakan persiapan dilakukan melalui kolaborasi lintas bidang di lingkungan Disbudpar. Yakni Bidang Pemasaran, Bidang Destinasi, dan Bidang Kebudayaan bersama-sama menyusun strategi untuk menarik lebih banyak wisatawan selama masa liburan.
"Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat promosi melalui media sosial dan berbagai kanal informasi digital," ujarnya.
Menurutnya promosi tidak hanya difokuskan pada Telaga Sarangan sebagai destinasi wisata utama di Magetan, namun juga diarahkan untuk mengenalkan berbagai objek wisata lain, baik yang dikelola pemerintah desa, kelompok sadar wisata, maupun pihak swasta.
Selain mengintensifkan promosi wisata, Disbudpar juga menggandeng berbagai pelaku usaha dan paguyuban wisata untuk memastikan kenyamanan serta keamanan wisatawan selama berlibur di Magetan.
"Kami mengajak wisatawan untuk datang ke Magetan dan menikmati berbagai destinasi yang ada. Tidak hanya Telaga Sarangan, tetapi juga destinasi lainnya yang memiliki potensi dan daya tarik tersendiri," kata Yosef.
Ia menilai penyebaran kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi penting dilakukan agar manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Magetan.
Adapun, sejumlah destinasi yang turut dipromosikan menjelang libur sekolah antara lain Mojosemi Forest Park, Taman Ria Maospati (Tamris), Lembah Srimpi, kawasan wisata Sgodean, Kebun Bunga Refugia, serta sejumlah desa wisata yang mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir, di antaranya Kampung Susu Singolangu dan lainnya.
Disbudpar berharap meningkatnya kunjungan wisatawan selama musim liburan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor pariwisata seperti pedagang, pengelola penginapan, jasa transportasi wisata, hingga pelaku UMKM.
Selain promosi, Pemkab Magetan juga berupaya menambah daya tarik wisata melalui penyelenggaraan berbagai atraksi dan hiburan di kawasan wisata. Beberapa kegiatan seni budaya, pertunjukan tari, hingga hiburan musik dijadwalkan hadir untuk memberikan pengalaman lebih menarik bagi para pengunjung.
Disbudpar juga meminta para pelaku usaha makanan dan minuman (mamin) di setiap kawasan wisata untuk memasang daftar harga guna mengantisipasi praktik menaikkan harga tanpa hitungan jelas yang merugikan wisatawan.
Tak hanya pelaku usaha kuliner, imbauan tersebut juga disampaikan kepada pelaku usaha perhotelan, pengelola perahu wisata, jasa kuda wisata, hingga kelompok usaha wisata lainnya agar tetap menjaga tarif sesuai ketentuan dan memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjung.
Memasuki puncak musim libur sekolah, Disbudpar memperkirakan kunjungan wisatawan ke Telaga Sarangan dapat mencapai kisaran 3.000 hingga 4.000 orang per hari. Lonjakan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi sektor pariwisata Magetan, khususnya pendapatan asli daerah serta memperkuat kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Dengan upaya promosi, peningkatan atraksi wisata, serta penguatan pelayanan kepada pengunjung, pihaknya yakin Kabupaten Magetan mampu menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Jawa Timur selama masa libur sekolah tahun ini.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.