Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, memperkuat edukasi dan peningkatan kesadaran warga binaan kasus narkotika sebagai salah satu upaya untuk menghentikan penyalahgunaan narkoba.
"Di Lapas Kelas I Surabaya sendiri terdapat sekitar 1.100 warga binaan kasus narkotika. Melalui kegiatan hari ini diharapkan warga binaan mendapatkan edukasi lebih luas tentang narkoba dan bahayanya," kata Kepala Lapas Kelas I Surabaya Sohibur Rachman, di Sidoarjo, Sabtu.
Ia menambahkan, selama delapan bulan terakhir, petugas menggagalkan delapan upaya penyelundupan barang terlarang berupa telepon seluler dan narkotika yang disembunyikan melalui sandal, gantungan kunci, hingga upaya pelemparan barang dari luar area lapas.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan upaya pemasyarakatan tidak hanya bergantung pada petugas dan warga binaan, melainkan juga dukungan berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap penanganan penyalahgunaan narkoba.
"Kami tidak bisa bekerja sendirian karena keberhasilan pembinaan membutuhkan dukungan masyarakat, termasuk organisasi sosial dan yayasan yang turut mendampingi warga binaan selama menjalani masa pemasyarakatan," ujarnya.
Rachman menyampaikan, dalam kegiatan sosialisasi itu para warga binaan juga dibekali dengan pendidikan karakter, serta pemahaman keagamaan agar saat kembali ke masyarakat dapat melanjutkan hidup dengan semangat yang tinggi.
Sementara itu, Ketua Yayasan Omah Sehat Bersinar Surabaya, Farita Sari Dewiyanti menyatakan bahwa seluruh warga binaan kasus narkoba dapat tersentuh program tersebut.
Ia berharap, melalui upaya yang dilakukan, para warga binaan dapat memulai hidup baru yang jauh dari narkoba baik saat mereka sedang menjalani masa pemasyarakatan di lapas, hingga nanti pada saat kembali ke masyarakat.
Pewarta: Fahmi AlfianEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.