Banyuwangi (ANTARA) - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) memberikan dukungan pengembangan budi daya jagung di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yang merupakan salah satu upaya memperkuat program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
"Saya diutus Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) untuk penguatan program ketahanan pangan khususnya jagung di berbagai daerah, dan Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang kami dukung melalui kolaborasi berbagai pihak," kata Inspektur Komando Pasukan Khusus (Irkopassus) Mayjen TNI Putra Widiastawa, di Banyuwangi, Jumat.
Dalam pertemuan dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani tersebut, Putra menyatakan bahwa langkah sinergi dengan daerah tidak hanya sebatas penyediaan benih dan sarana produksi pertanian, tetapi juga memberikan pendampingan budi daya secara menyeluruh, mulai masa tanam hingga pascapanen.
Dengan pola pendampingan, Putra optimistis target program ketahanan pangan dapat tercapai lebih cepat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, petani dan berbagai pemangku kepentingan.
"Petani akan kami dampingi dari awal sampai panen, dan bahkan untuk hilirnya, kami menggandeng sejumlah pihak, sehingga petani tidak perlu khawatir terhadap pemasaran hasil panen," ujar dia.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa kolaborasi penguatan pertanian jagung ini sejalan dengan upaya daerah menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan petani.
Ipuk menyebutkan, sepanjang 2025 produksi jagung di Banyuwangi mencapai 250.596 ton, naik 41.518 ton atau sekitar 19 persen dibandingkan 2024 sebesar 209.078 ton.
"Hingga memasuki pertengahan 2026, produksi jagung Banyuwangi telah mencapai 72.596 ton dan terus bertambah seiring masih berlangsungnya musim panen," kata Ipuk.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.