Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih dua penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026 atas keberhasilannya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui berbagai inovasi pembangunan yang berdampak bagi masyarakat.
Terkait penghargaan di bidang pertumbuhan ekonomi, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang terus bekerja keras dan berinovasi di tengah berkurangnya Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
"Saya selalu menyampaikan tim di Pemprov, jangan kita kemudian melihat bahwa pengurangan TKD ini sebagai beban. Maka saya selalu menyampaikan pentingnya penyesuaian-penyesuaian," tutur Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Jumat.
Menurut dia, pengurangan TKD harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan inovasi pembiayaan kreatif (creative financing) sehingga pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga.
"Lewat Creative Financing ini kita lihat dan menyisir betul-betul per OPD yang punya UPT, semua efisiensinya bisa dilakukan dan di mana maksimalisasi PAD bisa dilakukan," ujarnya.
Selain pembiayaan kreatif, Khofifah menyebut program Misi Dagang sebagai salah satu instrumen penting untuk memperkuat konektivitas ekonomi antardaerah dan membuka akses pasar bagi pelaku usaha.
Menurutnya, kesepakatan transaksi dari berbagai Misi Dagang selalu tembus di atas Rp1 triliun, bahkan di misi dagang ke Malaysia mencapai Rp14 triliun.
"Jadi kalau kita tidak bisa memberikan support finansial kepada pelaku usaha, paling tidak kita bisa membangun koneksitas," katanya.
Ia menegaskan kondisi keuangan daerah tidak boleh memengaruhi program yang bersifat wajib, terutama sektor pendidikan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
"Sehingga ketika kita memasuki Indonesia Emas 2045 kita tidak kemudian menyesal bahwa kita tidak sedang benar-benar menyiapkan diri saat mendapatkan bonus demografi," kata Khofifah.
Hasilnya, kata Khofifah, selama tujuh tahun berturut-turut lulusan SMA SMK Jawa Timur diterima di perguruan tinggi negeri baik dengan ataupun tanpa tes.
Di bidang ketahanan pangan, Khofifah mengatakan Jawa Timur tetap menjadi lumbung pangan nasional dan bahkan telah bergerak menuju kedaulatan pangan berkelanjutan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2 Juni 2026, Jawa Timur memiliki potensi produksi padi terbesar secara nasional pada periode Januari-Juli 2026, yakni mencapai 7,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 5,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,30 juta ton GKG.
Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur di posisi teratas secara nasional, melampaui Jawa Tengah dengan potensi produksi 7 juta ton GKG dan Jawa Barat sebesar 5,98 juta ton GKG.
"Kalau program pemerintah nasional adalah mewujudkan ketahanan pangan nasional, maka Jawa Timur Insya Allah sudah masuk pada Kedaulatan Pangan Berkelanjutan Nasional," katanya.
Sementara itu, Founder Disway Group Dahlan Iskan mengatakan penghargaan tersebut diberikan kepada kepala daerah yang dinilai berhasil menghadirkan perubahan positif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat di tengah berbagai tantangan penyelenggaraan pemerintahan.
“Disway Top Regional Leader Awards 2026 hadir sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras kepala daerah yang berhasil membawa perubahan positif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat luas,” katanya.
Menurut dia, para penerima penghargaan telah melalui proses penilaian objektif yang melibatkan pengolahan data primer dan sekunder, survei publik, audit independen, serta penilaian dewan pakar dan pimpinan media jaringan Disway National Network di berbagai daerah Indonesia.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.