Jangan sampai masyarakat yang selama ini menjadi penopang ekonomi justru turun kelas karena tidak mendapat perhatian yang cukup.

Surabaya (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas mengingatkan pemerintah agar mewaspadai tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat kelas menengah seiring meningkatnya biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax.

"Kelompok kelas menengah saat ini menghadapi tantangan serius. Inflasi, kenaikan biaya hidup, dan ketidakpastian pekerjaan membuat daya beli mereka tertekan. Jangan sampai masyarakat yang selama ini menjadi penopang ekonomi justru turun kelas karena tidak mendapat perhatian yang cukup," ujar Puguh di Surabaya, Jumat.

Ia mengatakan, pembangunan ekonomi tidak cukup hanya berfokus pada penurunan angka kemiskinan ekstrem, tetapi juga harus memperkuat ketahanan kelompok kelas menengah yang memiliki peran besar dalam menggerakkan konsumsi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Berdasarkan data terbaru, persentase penduduk miskin di Jawa Timur pada September 2025 tercatat sebesar 9,30 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 9,50 persen.
Namun demikian, legislator Fraksi PKS itu menilai penurunan angka kemiskinan tersebut masih membutuhkan penguatan kebijakan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

Sedangkan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur turun hingga 0,29 persen pada 2025 menjadi capaian positif, bahkan lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 0,85 persen.

"Keberhasilan menekan kemiskinan ekstrem patut diapresiasi. Namun kita tetap harus melihat bahwa kemiskinan secara umum masih berada di angka 9,30 persen. Ini menunjukkan masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan secara berkelanjutan," katanya.

Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari efektivitas program perlindungan sosial yang dijalankan pemerintah, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Keluarga Sejahtera, hingga bantuan dan subsidi pangan.

Meski demikian, Puguh meminta pemerintah tidak terlena dengan capaian penurunan kemiskinan ekstrem. 

Menurut dia, tekanan terhadap kelas menengah perlu menjadi perhatian serius agar tidak menimbulkan persoalan sosial dan ekonomi baru.

Ia berharap keberhasilan Jawa Timur dalam menekan kemiskinan ekstrem dapat menjadi modal untuk memperkuat pemerataan kesejahteraan serta meningkatkan daya tahan ekonomi masyarakat menghadapi berbagai tantangan ke depan.
 



Pewarta: Faizal Falakki
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026