Kediri (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Jawa Timur, mengoptimalkan kendaraan operasional pengangkut sampah serta memastikan seluruh unit tetap laik jalan dalam melayani kebersihan kota.

Kepala DLHKP Kota Kediri Indun Munawaroh, Jumat mengatakan optimalisasi kendaraan penting dilakukan, agar kendaraan selalu dalam keadaan baik. Optimalisasi juga dilakukan pada armada yang telah dimiliki ketimbang melakukan penambahan kendaraan baru.

"Kami mengoptimalkan kendaraan yang ada terlebih dahulu. Jika ada yang rusak akan segera diperbaiki. Saya lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas, karena penambahan armada juga berpengaruh terhadap kebutuhan personel dan biaya operasional," katanya di Kediri.

Pihaknya juga rajin memeriksa kondisi kendaraan. Pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada kondisi fisik kendaraan, tetapi juga aspek administrasi, termasuk kepatuhan pembayaran pajak kendaraan.

"Kami melakukan pemeriksaan kondisi kendaraan operasional, baik roda dua, roda tiga maupun roda empat. Yang kami cek tidak hanya kondisi fisik kendaraan, tetapi juga administrasinya," ujar dia.

Pemeriksaan tersebut dilakukan di Lapangan Kelurahan Semampir, Kota Kediri. Dari total 88 unit armada yang diperiksa dan sebagian besar kendaraan dalam kondisi baik dan siap beroperasi untuk menunjang pelayanan persampahan dan kebersihan kota.

Di Kota Kediri, volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Klotok, Kota Kediri rata-rata 140 ton per hari.

"Secara keseluruhan armada dalam kondisi baik. Namun tadi juga terdapat armada yang memang memerlukan perbaikan. Itu menjadi catatan bagi kami untuk segera ditindaklanjuti," kata dia.

Sementara itu, untuk menjaga usia pakai kendaraan, DLHKP juga menerapkan prosedur perawatan rutin. Seluruh pengemudi diwajibkan membersihkan kendaraan setelah selesai melakukan pengangkutan sampah.

"Saya sudah instruksikan ke seluruh sopir, setelah melakukan pengangkutan sampah harus dilakukan pencucian kendaraan. Di TPA sudah tersedia area khusus untuk mencuci armada. Hal ini penting karena air lindi dari sampah organik dapat merusak kendaraan operasional jika tidak segera dibersihkan," ujar dia.

Pihaknya berharap dengan langkah yang dilakukan seluruh armada tetap dalam kondisi prima sehingga pelayanan pengangkutan sampah dan kebersihan kota dapat berjalan optimal.



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026