Konferensi internasional tentang SDGs itu diikuti sebanyak 345 peserta dari 15 negara secara hybrid.
Malang Raya (ANTARA) - Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur mengoptimalkan penyelenggaraan International Conference for Sustainable Development Goals (ICSDGs) 2026 sebagai wadah menggagas ide dalam rangka pemenuhan indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
"Kegiatan international conference oleh SDGs Center UB untuk diseminasi hasil penelitian, termasuk menjadi wadah sharing antara stakeholder internal dengan eksternal maupun peneliti tentang hal baru dan kontribusi proaktif terhadap pencapaian indikator SDGs," kata Wakil Rektor Bidang Akademik UB Imam Santoso seusai ICSDGs 2026 bertajuk "Sustainability Development in Times of Uncertainty: Equity, Innovation, and Resilience" di Fakultas Ilmu Komputer kampus tersebut di Kota Malang, Kamis.
Konferensi internasional tentang SDGs itu diikuti sebanyak 345 peserta dari 15 negara secara hybrid.
Pembahasan dipusatkan pada 17 indikator SDGs, di antaranya tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan kesejahteraan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, energi bersih dan terjangkau hingga pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Sejauh ini, pihaknya selalu konsisten mengintegrasikan proses akademik, riset, inovasi, dan community development dengan indikator SDGs.
"Artinya proses yang kami lakukan sudah on the track," ujar dia.
Pihaknya berkomitmen untuk melanjutkan pelaksanaan konferensi internasional serupa di tahun-tahun berikutnya sehingga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tercapai pada 2030 sebagaimana target pemerintah.
Ketua Global Partnership and Reputation UB Hendrix Yulis Setyawan mengatakan, upaya masif telah dilakukan dalam mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan melalui peningkatan pemahaman civitas terhadap pelbagai isu SDGs, di antaranya melalui riset, pengabdian masyarakat, dan kegiatan internal.
"Dalam waktu lima tahun terakhir ada enam ribu plus (lebih) paper UB yang berkaitan dengan pencapaian (SDGs)," ujarnya.
Hendrix menyampaikan untuk tahun ini UB telah menjalankan program Green Campus yang ditujukan untuk meningkatkan pengelolaan kampus berkelanjutan.
Pada 2030, UB menargetkan menjadi kampus net zero emission.
"Setiap tahun kami menghitung emisi, itu terus kami lakukan karena berkejaran dengan waktu," ujarnya.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.