Surabaya (ANTARA) - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengukuhkan lima profesor baru dalam Sidang Terbuka Dewan Profesor di Auditorium Research Center ITS, Surabaya, Jawa Timur, sebagai upaya memperkuat kualitas pendidikan tinggi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
"Semakin tinggi ilmu yang dimiliki, semakin besar pula amanah untuk memberikan manfaat," tegas Rektor ITS Prof Dr Bambang Pramujati saat memberikan sambutan pada prosesi pengukuhan, Kamis.
Bambang mengatakan jabatan profesor sebagai jenjang akademik tertinggi bukan sekadar puncak pencapaian karier, melainkan membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pada kesempatan tersebut, Guru Besar ke-237 ITS Prof Dr-Ing Doty Dewi Risanti dari Departemen Teknik Fisika menyampaikan orasi ilmiah berjudul Limbah Aluminium Menjadi Energi Hijau: Masa Depan Hidrogen Indonesia.
"Aluminium mampu menyimpan energi dalam bentuk padat pada kondisi lingkungan biasa sehingga lebih aman, mudah ditransportasikan, dan infrastruktur sederhana," kata Doty.
Selanjutnya, Guru Besar ke-238 ITS Prof Ir Ary Mazharuddin Shiddiqi dari Departemen Teknik Informatika memaparkan orasi ilmiah berjudul Dari Kecerdasan Statis Menuju Kecerdasan Adaptif: Continual Learning sebagai Fondasi Sistem Cerdas Masa Depan.
"Kami ingin membuat sistem yang secara dinamis dapat mendistribusikan beban kerja berdasarkan ketersediaan dan tren penggunaan," kata lelaki asal Kediri itu.
Guru Besar ke-239 ITS Prof Dr Sholiq dari Departemen Sistem Informasi menyampaikan orasi ilmiah bertajuk Transformasi Pembiayaan Proyek Perangkat Lunak di Era Microservice dan Sistem Claude-native.
"Keilmuan ini sangat penting di tengah pesatnya transformasi digital yang terjadi pada sektor pemerintahan, industri, pendidikan, maupun layanan publik modern," papar Sholiq.
Sementara itu, Guru Besar ke-240 ITS Prof Dr Mahmud Yunus MSi dari Departemen Matematika mempresentasikan orasi ilmiah berjudul Dari Abstraksi Operator ke Transformasi Digital: Kontribusi Analis Fungsional dalam Pengolahan Informasi Modern.
"Pendekatan ini menjadi kunci dalam melahirkan metode keamanan informasi dan pengolahan citra digital demi membangun ketahanan dan kemandirian bangsa," ujar Mahmud.
Adapun Guru Besar ke-241 ITS Prof Silvianita ST MSc PhD dari Departemen Teknik Kelautan menutup rangkaian orasi ilmiah melalui paparan berjudul Manajemen Risiko Sebagai Pilar Pengelolaan Infrastruktur Maritim yang Aman dan Berkelanjutan.
"Pendekatan ini menempatkan manajemen risiko tidak hanya sebagai instrumen mitigasi, namun juga sebagai landasan utama pengelolaan sistem maritim yang kompleks dan dinamis," tutur profesor perempuan pertama dari Fakultas Teknologi Kelautan ITS tersebut.
Ketua Dewan Profesor ITS Prof Dr Ir Imam Robandi MT menegaskan pentingnya kebebasan akademik bagi seorang profesor dalam mengembangkan riset dan gagasan sesuai bidang keilmuan masing-masing.
"Seorang profesor itu dituntut untuk merdeka dalam berpikir dan memetakan arah risetnya demi kemajuan bidang keilmuan yang diampunya," kata Imam.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.