Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) siap menyerap hasil panen tebu petani Kabupaten Blora, Jawa Tengah, seiring belum beroperasinya Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (PG GMM) menjelang puncak musim panen.

"PT SGN berupaya memberikan solusi terbaik bagi petani tebu Kabupaten Blora agar hasil panen tetap terselamatkan. Kami terus melakukan koordinasi lintas pabrik gula untuk mengatur kapasitas giling dan distribusi tebu secara bertahap sehingga pelayanan kepada petani tetap berjalan optimal," kata Corporate Secretary PT SGN Yunianta di Surabaya, Jatim, Kamis.

Sebelumnya, banyak petani mengaku cemas karena tebu yang telah siap ditebang membutuhkan kepastian tempat giling karena keterlambatan pengolahan tidak hanya berpotensi menurunkan kualitas tebu dan rendemen tetapi juga berdampak terhadap pendapatan petani yang selama berbulan-bulan telah merawat tanaman mereka.

Yunianta menegaskan perusahaan berupaya memberikan solusi terbaik agar hasil panen petani tetap terselamatkan dan tidak mengalami penurunan nilai ekonomi akibat keterlambatan giling.

Selain menyerap tebu melalui PG Rendeng, PT SGN juga menyiapkan skema penyerapan melalui beberapa pabrik gula lain yang berada di wilayah Jawa Tengah dan Kabupaten Madiun.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kapasitas giling dapat dioptimalkan dan pelayanan kepada petani tetap berjalan sesuai jadwal.

Komitmen PT SGN yang siap menyerap tebu petani Blora melalui PG Rendeng serta beberapa pabrik gula lainnya di lingkungan SGN pun menjadi kabar yang membawa optimisme baru.

Perwakilan petani tebu Kabupaten Blora menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PT SGN atas kepeduliannya terhadap nasib petani.

Dengan adanya kepastian giling, petani dapat segera melakukan kegiatan tebang dan pengiriman tebu tanpa khawatir terjadi penumpukan di lahan yang berpotensi menurunkan kualitas hasil panen.

Bagi petani tebu Blora, komitmen tersebut tidak hanya berarti terserapnya hasil panen tetapi juga menjadi simbol hadirnya semangat gotong royong antara perusahaan dan petani dalam menghadapi tantangan industri gula nasional.

Keputusan PT SGN dinilai memberikan kepastian usaha, menjaga pendapatan petani, serta mendukung keberlangsungan mata pencaharian ribuan keluarga yang menggantungkan hidup pada sektor pergulaan.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri gula nasional, mulai dari perubahan iklim, biaya produksi yang meningkat, hingga kebutuhan modernisasi pabrik gula maka sinergi antara perusahaan dan petani menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi gula nasional.

Oleh karena itu, langkah PT SGN untuk menyerap tebu petani Kabupaten Blora menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan petani sekaligus menjaga pasokan bahan baku gula nasional.

 



Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026