Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan mengoptimalkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat untuk menjaga produksi pangan di tengah potensi musim kemarau dan perubahan cuaca ekstrem.
Bupati Lamongan YuhronurEfendi mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai tindak lanjut atas rencana aksi yang disusun Pemkab Lamongan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau sekaligus mendukung peningkatan luas tanam.
"Bantuan ini diberikan untuk mendukung upaya kami menghadapi musim kemarau dan cuaca ekstrem agar produktivitas pertanian tetap terjaga," katanya di Lamongan, Jawa Timur, Kamis.
Ia menjelaskan bantuan yang disalurkan meliputi 18 unit pompa air, 13 unit rotavator, 23 unit handtractor, tiga unit combineharvester, serta 181 paket irigasi perpompaan dan perpipaan yang akan dipasang di sejumlah wilayah, terutama lahan pertanian tadah hujan.
Menurut dia, dukungan tersebut juga menjadi salah satu upaya untuk mencapai target luas tambah tanam (LTT) sebesar 233.384 hektare pada tahun ini, meningkat dibanding realisasi sebelumnya sekitar 193 ribu hektare.
"Indeks pertanaman Lamongan saat ini meningkat dari 1,64 menjadi 2,1. Karena itu kami terus mendorong peningkatan luas tanam agar target yang ditetapkan dapat tercapai," ujarnya.
Selain bantuan alsintan, Pemkab Lamongan juga memperkuat sektor pertanian melalui penyediaan sarana dan prasarana, penggunaan benih unggul, pemupukan serentak, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Ia menambahkan bahwa transformasi menuju pertanian modern terus dilakukan agar produktivitas meningkat, nilai tukar petani membaik, dan kesejahteraan petani semakin meningkat.
Sebagai informasi, Lamongan memperoleh dukungan pemerintah pusat karena dinilai mampu mempertahankan produktivitas sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Luas panen di daerah tersebut tercatat mencapai sekitar 193 ribu hektare dengan luas baku sawah sekitar 95 ribu hektare.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan Mugito mengatakan bantuan alsintan disalurkan berbasis kelompok tani untuk memastikan pemanfaatannya lebih efektif dan berkelanjutan.
"Bantuan pertanian ini berbasis kelompok tani, bukan individu," katanya.
Pada kesempatan itu, sebanyak tujuh kelompok tani di wilayah setempat menerima bantuan rotavator secara simbolis, yakni kelompok tani Harapan Makmur Desa Dumpiagung Kecamatan Kembangbahu, Tani Mulyo Desa Wonokromo Kecamatan Tikung, Sekar Gading III Desa Sekaran, Tani Seger Satu Desa Karangwungu Kecamatan Karanggeneng.
Kemudian, kelompok tani Sri Manunggal Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu, Sekar Srengenge VI Desa Sungegeneng, Kecamatan Sekaran, dan Sumber Tani Dua Desa Sumberbendo, Kecamatan Mantup.
Pewarta: Alimun KhakimEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.